terasbanua.com, BATOLA – Kafilah Kota Banjarmasin berhasil merebut gelarbsebagai Juara Umum dalam gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXVIII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Piala bergilir Juara Umum diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, kepada Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, yang didampingi oleh Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Neli Listiani, di acara Penutupan MTQ, di Lapangan 5 Desember, Marabahan, Kamis (26/06/2026).
Prosesi krusial ini turut disaksikan oleh jajaran kepala daerah se-Kalsel, pengurus LPTQ, dewan hakim, serta ribuan pasang mata masyarakat yang memadati lokasi.
Kemenangan kafilah Banjarmasin kali ini terbilang mutlak dengan raihan total 553 poin. Angka tersebut sukses mengandaskan perlawanan sang rival abadi sekaligus juara bertahan, Kabupaten Banjar, yang harus puas di peringkat kedua dengan 541 poin. Sementara itu, tuan rumah Batola berada di posisi ketiga dengan koleksi 352 poin.
Sambil mengangkat trofi kemenangan, Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan bangganya. Usai acara, ia langsung menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tim yang berjuang di balik layar.
“Rasa syukur dan tentunya apresiasi yang luar biasa kami sampaikan kepada seluruh kafilah, LPTQ, para pembina, pendamping, serta keluarga besar peserta yang telah berjuang selama beberapa hari di Barito Kuala. Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjarmasin, kami mengucapkan terima kasih atas prestasi yang telah diraih. Ini adalah kebanggaan sekaligus membawa nama baik Kota Banjarmasin di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Yamin penuh haru.
Namun, bagi Yamin, gelar juara umum ini bukan sekadar piala untuk dipajang atau ajang gagah-gagahan di atas panggung perlombaan. Ia menegaskan bahwa esensi utama dari kemenangan ini adalah bagaimana membumikan nilai-nilai suci Al-Qur’an di tengah masyarakat.
”Kami berharap momentum juara umum ini bukan hanya dimaknai karena berhasil menjadi juara, tetapi bagaimana kita terus memahami, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an di Kota Banjarmasin. Prestasi ini harus menjadi motivasi bagi generasi muda agar terus belajar Al-Qur’an, sehingga Banjarmasin menjadi kota yang maju, sejahtera, religius, agamis, dan masyarakatnya berakhlak mulia,” tuturnya.
Di tengah euforia kemenangan yang luar biasa itu, Yamin juga menunjukkan sikap rendah hati dengan menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama kontingennya berlaga di bumi Selidah.
”Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjarmasin, kami memohon maaf apabila selama mengikuti kegiatan di Barito Kuala terdapat kesalahan maupun kekhilafan dari seluruh kafilah kami. Semoga seluruh rangkaian MTQ ini membawa keberkahan bagi Banua Kalimantan Selatan dan seluruh 13 kabupaten/kota serta senantiasa mendapat perlindungan dari Allah SWT,” ucapnya.
Kembalinya gelar Juara Umum ke pangkuan Kota Banjarmasin diakui Yamin sebagai buah dari sinergi, doa, dan kerja keras kolektif yang tak kenal lelah selama setahun terakhir.
”Prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh kafilah, dukungan para orang tua, para pembina, serta doa masyarakat Kota Banjarmasin. Tahun lalu kita berada di posisi juara kedua, dan Alhamdulillah tahun ini berhasil menjadi juara umum. Ini tentu menjadi pencapaian yang luar biasa,” katanya.
Agar prestasi emas ini tidak sekadar menjadi pencapaian musiman, Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen untuk langsung bersiap menghadapi tantangan ke depan dengan memperkuat program pembinaan bagi para aset generasi Qurani.
”Pemerintah Kota Banjarmasin tentunya akan terus meningkatkan pembinaan secara lebih intensif. Kami ingin prestasi ini terus dipertahankan, sekaligus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi masyarakat. Pembinaan akan terus kami tingkatkan agar lahir semakin banyak generasi Qurani yang membanggakan Kota Banjarmasin,” pungkas Yamin.
sumber : medcent bjm






