terasbanua.my.id, Barabai – Jalan berlobang dan minim penerangan disinyalir menjadi penyebab kecelakaan di ruas jalan Lingkar Walangsi-Kapar Hulu Sungai Tengah (HST).
Parahnya, ruas jalan lintas provinsi sepanjang 8 kilometer yang berstatus nasional itu banyak menyumbang angka kecelakaan di HST. Mulai luka ringan bahkan sampai meninggal.
Jalan Bypass itu semestinya untuk mengurai arus lalu lintas di Kota Barabai. Membelah 3 kecamatan yakni, Barabai, Pandawan dan Batang Alai. Tak ayal jalan itu menjadi alternatif bagi masyarakat tujuan Banua Anam dan sebaliknya maupun dalam kota sendiri.
Pengguna jalan M Hidyatullah, menyayangkan jalan yang seharusnya jadi alternatif itu rusak dan minim penerangan. Banyak lubang pada jalan tersebut mengakibatkan menimbulkan potensi kecelakaan.
“Ini sangat membahayakan,” kata lelaki jangkung yang baru mengalami laka tunggal di ruas jalan itu, Kamis (29/2/2024).
Parahnya lagi, kata Dayat akrab disapa, penerangannya juga tidak ada. Bahkan sudah bertahun-tahun dibiarkan sejak awal jalan resmi dibuka padahal jalur itu ramai dilintasi.
Mulai dari kendaraan roda 2 sampai truk bermuatan besar. Tak jarang pengendara atau pun supir parkir di bahu jalan untuk beristirahat.
“Harapannya ada perhatian serius dari pemerintah, sehingga tidak terkesan dibiarkan begitu saja. Dan tidak menimbulkan kerawanan saat berkendara,” ketus Dayat.
Kepala Dinas PUPR HST, Syahidin menyebut kewenangan jalan itu berada pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional.
“Karena statusnya jadi jalan nasional, jadi upaya perbaikannya ada pada balai,” terang Syahidin.
Soal minimnya penerangan di Jalan Lingkar Walangsi-Kapar, Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) HST, Mahlani mengaku tiap tahunnya sudah diusulkan.
Usulan penerangan jalan umum (PJU) itu dilayangkan ke Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Terakhir kami mengusulkan bersurat pada 19 Februari 2024. Sampai saat ini belum ada perkembangan,” tutup Mahlani.
Reporter: HN Lazuardi






