Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Hulu Sungai Tengah · 12 Jun 2025 16:46 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Komisi I DPRD HST Sidak ke RSHD Barabai


 Komisi I DPRD HST Sidak ke RSHD Barabai Perbesar

terasbanua.my.id, Barabai – Jajaran Komisi I DPRD Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Damanhuri atau RSHD Barabai.

“Ini kesekian kali Komisi I DPRD HST ke rumah sakit dalam rangka pengawasan dan juga menginisiasi dari banyaknya keluhan masyarakat HST terkait panjangnya antrean yang ada di rumah sakit,” kata Ketua Komisi I DPRD HST Yajid Fahmi As di Barabai, Kamis (12/6/2025)

Sekitar tiga jam, jajaran Komisi I DPRD HST berkeliling ke sejumlah ruangan dan melihat langsung antrean. Mereka berdiskusi dengan para pasien, tenaga medis serta pihak manajemen rumah sakit guna menginventarisir segala keluhan yang ada.

Ssetelah kunjungan itu, anggota DPRD ini berharap manajemen rumah sakit segera melakukan evaluasi. Sehingga masyarakat tidak memerlukan waktu yang cukup panjang dalam mendapatkan layanan kesehatan.

“Kami minta manajemen RSUD Barabai segera melakukan screening ulang membuat skema bagaimana layanan terkait dengan antrian ini bisa diurai dengan efektif,” kata Yajid.

Melihat manajemen rumah sakit, kata Yajid juga sudah berupaya melakukan sejumlah pembenahan poliklinik yang perlu dipahami masyarakat. Memberikan ruang dan waktu sebagai upaya mengatasi keluhan panjangnya antrean.

Pelayanan yang dinilai belum maksimal, jajaran Komisi I DPRD HST menyarankan agar dokter spesialis dan perawatnya perlu ditambah.

Hal itu menginngat, DPRD HST telah memberikan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk program UHC atau Universal Health Coverage (cakupan kesehatan semesta). Katena itu perlu ditekankan penyamaan persepsi bagi manajemen rumah sakit dan BPJS Kesehatan agar bisa maksimal dirasakan masyarakat.

“Segala hal ini kami tekankan dalam rangka menindaklanjuti keluhan masyarakat dan guna meningkatkan pelayanan RSUS Barabai,” tegas Yajid.

Direktur RSUD H Damanhuri Barabai, Dokter Nanda Sujud Andi Yudha Utama mengakui telah mengambil langkah optimalisasi sistem pendaftaran digital. Solusi jangka pendek untuk mengurai antrean banyaknya pasien rawat jalan.

“Kami harap pasien dapat memaksimalkan penggunaan sistem digital yang telah kami sediakan. Lewat aplikasi digital tersebut pasien dapat melihat nomor antrian dan sudah ada estimasi jam pelayanannya,” papar Nanda.

Sedangkan untuk solusi jangka panjang mengurai antrean, RSHD melakukan pelebaran ataupun perluasan fasilitas poliklinik dan ruang tunggu.

Terkait dinilai kurangnya dokter spesialis, kata Nanda saat ini sudah memiliki dokter spesialis terbanyak se-Banua Enam.

Meski begitu, kata Nanda, pihaknya tetap mengambil langkah untuk menambah dokter spesialis dengan bekerja sama dengan rumah sakit tertangga.

“Kami juga sudah membangun komunikasi dengan center pendidikan, seperti ULM, UGM, UNHAS sebagai wahana pendidikan maupun penyaluran alumni dari pendidikan dokter spesialis,” tutup Nanda.

Reporter HN Lazuardi

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Ke RSHD Barabai, Ombudsman Tegas Soal Pelayanan Publik

4 September 2025 - 20:06 WITA

RSHD Barabai Kembali Gandeng Kejaksaan HST

7 Agustus 2025 - 17:06 WITA

RSHD Berikan Dukungan Medis ke Rutan Barabai

6 Agustus 2025 - 16:59 WITA

RSHD Barabai Gelar Pelatihan Emergency

14 Juli 2025 - 16:53 WITA

RSHD Barabai Gandeng Lazismu HST Kelola ZIS, Simak Manfaatnya!

16 Mei 2025 - 16:39 WITA

Ramai-Ramai Ajak Warga Aktif Donor di RSHD Barabai

2 April 2025 - 15:18 WITA

Trending di Hulu Sungai Tengah