terasbanua.my.id, Banjarmasin – Meski berada di kota besar, namun nyatanya masih ada warga Kota Banjarmasin kesulitan akses jalan utama.
Kondisi kesulitan akses jalan utama tersebut terjadi di kawasan Sungai Jelai, Kelurahan Mantuil, Banjarmasin Selatan.
Salah satu warga, Mansyah mengaku bahwa ia bersama warga lainnya saling mengumpulkan uang agar bisa membeli tanah untuk akses jalan penghubung di kawasannya.
“Kami lakukan urunan satu juta satu orang dan waktu ada 20 kepala keluarga jadi Rp. 20 juta yang terkumpul pada tahun 2018 lalu,” ucap Mansyah kepada terasbanua.my.id, Selasa (18/7/2023) kemarin sore.
Untuk pembelian tanah sepanjang 60 meter dengan luas 1 meter itu dilakukan secara bertahap yakni dua kali pembayaran. Hal itu, dikarenakan kondisi keuangan para warga yang tidak bisa menebus langsung.
Sebelumnya, ia bersama kurang lebih 25 warga lainnya yang menetap di kawasan itu pernah mengusulkan sejak lama kepada Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Namun, nampaknya hingga kini usulan tersebut tak direalisasikan meski di tahun 2022 sempat dilakukan pengukuran oleh petugas dari Pemko Banjarmasin.
“Hingga sekarang tak ada kabar lagi. Makanya kami berinisiatif sendiri,” ujarnya.
Dulunya sebelum adanya pembelian akses jalan itu, warga terpaksa menggunakan jukung atau kelotok untuk menyeberang.
Pernah membuat titian kayu yang dibangun secara swadaya warga setempat. Namun tak berselang lama, akses tersebut dilepas karena pemilik tanah melarang.
“Sempat dua kali dibangun titian, namun terpaksa dilepas dan akhirnya kami membeli untuk akses kami agar mudah beraktivitas,” tuturnya.
Nasib serupa juga terjadi pada akses jalan yang berada tepat di depan rumah warga. Tak jarang, jika banjir terjadi jalan becek dan rumah ikut terendam.
Tentunya kondisi itu membuat warga terus mengeluhkan. Mengingat tidak adanya tindak lanjut untuk perbaikan.
Maka dari itu, warga Sungai Jelai berharap Pemko Banjarmasin bisa membantu untuk memperbaiki infrastruktur baik jalan maupun jembatan di kawasan mereka. Mengingat kondisinya cukup memprihatinkan.
Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah






