terasbanua.my.id, Banjarmasin – Baru-baru tadi, Kota Banjarmasin dihebohkan dengan aksi sekelompok remaja konvoi dengan sepeda motor sambil membawa senjata tajam (sajam) di kawasan Jalan Lingkar Dalam Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Aksi sekelompok remaja yang cukup meresahkan itu akhirnya diamankan pihak kepolisian pada Selasa (18/6/2024) tadi.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyebutkan kenakalan remaja saat ini tentunya tak lepas dari pengaruh negatif dari perkembangan media sosial.
Selain itu, menurut Ibnu di usia-usia remaja itu memang keinginan untuk mencari jati diri sangat tinggi.
Selain itu, kebanyakan aksi kenakalan remaja dilakukan bertujuan untuk gaya-gaya demi mendapat sebuah pengakuan dan jati diri.
“Maka dari itu perlu diantisipasi agar suasana kota tetap kondusif dan tidak menimbulkan korban,” kata Ibnu.
Tentunya, Ibnu mengucapkan berterima kasih kepada aparat kepolisian yang telah mengamankan aksi kenakalan remaja tersebut.
Selain itu, meminta kepolisian untuk mengusut dan menindaklanjuti motif dari tindakan para remaja tersebut.
Dari pihaknya telah meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin untuk terus masif dalam menjalankan patroli guna memastikan hal serupa tidak terulang kembali.
Mengingat aksi kenakalan remaja dengan membawa sajam cukup meresahkan dan membahayakan warga sekitar.
“Tentunya patroli dan penertiban dilakukan untuk memberi efek jera,” ujarnya.
Sementara remaja yang diamankan itu lanjutnya, turut dilakukan pendampingan dan pembinaan langsung oleh Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin.
Mengingat remaja yang diamankan dalam aksi konvoi dengan sajam itu kebanyakan masih di bawah umur.
Di samping itu, ia berpesan kepada seluruh orang tua agar bisa lebih mengawasi aktivitas hingga pergaulan anaknya di luar rumah.
“Jangan biarkan anak keluyuran saat malam hari karena khawatir melakukan hal-hal tidak diinginkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Nuryadi menuturkan selama ini pihaknya telah meminta sekolah-sekolah untuk selalu menghimbau kepada para orang tua agar selalu melakukan pengawasan kepada anak-anaknya.
Mengingat sekelompok remaja yang diamankan lanjut Nuryadi, kebanyakan anak di bawah umur hingga perlu pengawasan lebih dari orang tuanya langsung.
“Titik beratkan kepada orang tua untuk selalu meningkatkan pengawasan terutama saat libur sekolah. Jangan sampai ikut geng motor,” tandas Nuryadi.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






