terasbanua.co.id, Barabai – Rumah Sakit Umum H Damanhuri atau RSHD Barabai menjalin komunikasi dengan Komisi I DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Direktur RSHD, Dokter Nanda Sujud Andi Yudha Utama mengatakan, pihaknya mengusulkan bantuan pembiayaan untuk pembangunan IGD terpadu tahap II. Pembiayaan dibebankan ke APBD 2024 mendatang. Nominal usulannya mencapai Rp120 miliar.
“Nanti juga ada penyesuaian anggaran. Kami menerima bantuan DAK (dana alokasi khusus) dari Kementerian Kesehatan sebesar Rp47,6 miliar. Sehingga total support APBD direncanakan sebesar Rp160 miliar lebih,” kata setelah rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPRD HST, Kamis (30/11/2023).
Dokter Spesialis Bedah itu menyebut, sebagai mitra kerja komunikasi, bertujuan agar program-program yang dirancang RSHD mendapat dukungan.
“Yang dibahas ya apa yang sudah kami kerjakan di tahun 2023 dan apa-apa yang kami kerjakan pada 2024. Untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit,” terang Nanda.
Sementara itu, Komisi I DPRD HST, Erwin Jecky Silalahi menyambut baik rencana pengembangan fasilitas RSHD. Hal itu dilakukan demi menunjang pelayanan kepada masyarakat.
Sehingga cita-cita ke depan, RSHD bisa menjadi rujukan pasien dari Banua Enam.
“Kita juga berharap dampak dari peningkatan pelayanan dapat dirasakan masyarakat HST,” kata Jecky.
Dengan adanya pembangunan IGD terpadu dengan fasilitas kesehatan yang lengkap, RS Damanhuri bisa menjadi rumah sakit terbaik di Banua enam.
“Jadi peningkatan pelayanan itu topik utama yang kita bahas hari ini,” bebernya.
Lalu bagaimana dengan usulan pihak RS Damanhuri terkait bantuan pembiayaan untuk pembangunan IGD terpadu tahap II senilai Rp 120 miliar?
“Sebagai mitra kerja kita berproses, apapun yang diminta pihak rumah sakit kita evaluasi bersama. Kalau memang itu dibutuhkan selama anggarannya tersedia kita siap dukung,” tutup Jecky.
Reporter: HN Lazuardi






