terasbanua.my.id, Barabai – Kepengurusan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Hulu Sungai Tengah (HST) terbentuk medio 2021 silam.
Total ada 43 pengurus di dalamnya. Sementara induk olahraga (Inorga) dibawah naungan KORMI ada 14 dengan 3 jenis olahraga (Jenor) yakni, Tradisioanl Kreasi dan Budaya (OTKB), Kesehatan dan Kebugaran (OKK) serta Petualangan dan Tantangan (OPP).
Tren di 2023, peminat olahraga reksreasi di HST meningkat. Enam Inorga bergabung ke KORMI.
Sehingga ada 20 Inorga di bawah naungan KORMI HST. Total ratusan pegiat olahraga rekreasi di dalamnya.
Ketua Umum KORMI HST, Nasruddin melalui Humasnya, HN Lazuardi menyebut setiap Inorga diisi 15-30 orang.
“Terbanyak ada pada Inorga Balogo. Ada 4 klub, sekitar 250 pegiat di dalamnya. Ini meningkatnya di 2023,” kata Lazuardi, Senin (12/6/2023).
Sepanjang terbentuknya kepengurusan yang baru, KORMI HST sudah 2 kali mengirim pegiat pada agenda resminya. Yakni, Forda Kalsel 2022 dan 2023.
Saat itu, kontingen KORMI HST masuk 7 besar dari 13 kabupaten/kota se Kalsel. Perolehan 3 medali emas.
Pegiat yang berhasil membawa pulang medali emas diikutsertakan pada ajang nasionalnya, FORNAS 2022 di Palembang Sumatera Selatan.
Di 2023 tadi, kontingen HST masuk 10 besar dengan perolehan 4 medali emas disusul 6 perak dan 6 perunggu.
Mereka yang memperoleh emas maupun perak juga diikutkan ke Fornas VII di Bandung, Jawa Barat pada Juli 2023 nanti.
“Jadi kenapa di 2023 ini peringkat kontingen turun dibandingkan 2022? Karena banyaknya Jenor yang dilombakan. Sedangkan HST ada beberapa yang tidak ikut serta,” jelas Lazuardi.
Dia tidak membeberkan alasan kenapa beberapa Inorga tersebut tidak ikut serta. Yang jelas Lazuardi menyebut, mereka tetap merasakan dan melakukan kegiatan olahraga rekreatif yang juga menjadi tradisi dan budaya bangsa.
“Kuncinya ada pada Inorga yang menguatkan tradisi dan menumbuh kembangkan sehingga dapat tetap lestari,” ujar Lazuardi.
Sejauh ini, Lazuardi menyebut tidak ada pembinaan khusus bagi pegiat olaharaga. Namun hal itu tidak menumbangkan semangat para pejuang olahraga yang bersifat menggembirakan, menyehatkan, sekaligus bisa membangun sportivitas.
Malahan, hal itu menjadi keunikan sendiri bagi pegiat di dalam Inorga masing-masing. Mereka melaksanakan sendiri kegiatannya.
“Jadi unikanya, pegiat HST sadar akan perlunya beraktivitas olahraga, kapan pun di mana pun. Kadang ada juga latihan terjadwal di tiap Inorga maupun Jenor, karena adanya event yang akan diikuti,” ujar papar Lazuardi.
Lazuardi mencontohkan, pada Inorga Balogo dan Panahan Tradisional. Keduanya memiliki event-event tahunan sendiri yang masuk program kerjanya atau pun di luar program dan pembinaannya.
“Pegiatnya itu biasa latihan bersama untuk mengikuti liga yang diadakan swasta maupun pemerintah atau pun even yang memang sudah direncanakan dalam program kerja,” terang Lazuardi.
Untuk KORMI HST sendiri, kata Lazuardi tengah menyiapkan agenda untuk pegiat pada akhir 2023 ini. Yakni, Festival Olahraga Tradisional Bersama Bupati HST, H Aulia Oktafiandi.
Rencananya akan digelar dalam rangka memerihakan Hari Jadi HST ke 64, Desember nanti. Dilaksanakan pada 3 zona, Barabai-Pandawan-Hantakan, Labuan Amas dan Batang Alai.
Pada agenda itu nantinya, beberapa Inorga diikutsertakan berpartisipasi. Baik untuk mengenalkan olahraganya maupun untuk regenerasi pegiatnya.
“Program itu upaya kami mengenalkan berbagai jenis olahraga tradisi dan budaya yang sekaligus menyosialisasikan dan mengembangkan tradisi-tradisi olahraga rekreasi di masyarakat,” tutup Lazuardi.
Reporter: HN Lazuardi/rie






