terasbanua.my.id, Banjarmasin – Jadi pusat pembuangan sampah dari lima kelurahan, membuat Tempat Penampungan Sementara (TPS) HKSN mengalami overload atau melebihi daya tampung saat ini, hingga meluber ke jalan.
Namun menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Alive Yoesfa Love ada penyebab lain yang memperburuk kondisi TPS HKSN saat ini.
Pasalnya, selain sampah rumah tangga. Tak jarang ditemukan ada sampah dari bahan material bangunan yang dibuang begitu saja ke TPS tersebut.
“Harusnya khusus untuk menampung sampah rumah tangga saja. Tapi karena ada yang rehab rumah jadi buang sampah material kesitu menambah tumpukan sampah,” ungkap Alive, Sabtu (10/6/2023).
Dalam sehari saja lanjut Alive, volume sampah yang dihasilkan TPS HKSN itu bisa mencapai 30 ton hingga perlu empat kali pengangkutan.
Mengatasi persoalan overload itu, pihaknya berencana akan mengaktifkan program surung sintak di wilayah pemukiman padat tersebut.
Dimana sudah ada dua kelurahan di wilayah itu yang telah menerapkan program milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin tersebut.
Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan RT dan RW setempat untuk pemilihan lokasi yang bakal menjadi titik berjalannya program surung sintak.
“Insya Allah ini bisa mengurangi volume sampah, tinggal kesepakatan saja lagi dimana letaknya,” bebernya.
Di samping itu, pihaknya berencana akan melakukan pengecoran serta pengatapan pada TPS HKSN tersebut.
Menurutnya, upaya dilakukan itu untuk mengatasi sampah yang meluber ke jalan. Mengingat bahu jalan di sekitar TPS kondisinya becek karena adanya genangan air hingga membuat warga setempat bahkan paman gerobak enggan masuk ke TPS.
“Karena kondisi itu, jadi warga sambil jalan melempar sampah atau meletakan sampah di jalan depan TPS. Sama halnya, paman gerobak langsung menumpahkan di depan saja tanpa masuk,” tuturnya.
Tentunya upaya itu lakukan secara bertahap, dimulai dari pengecoran jalan rusak dan berlubang yang sering tergenang. Baru selanjutnya, pengatapan untuk mengantisipasi air hujan turun yang menimbulkan bau tak sedap dari sampah.
“Sebulan ke depan akan clear untuk dilakukan pengecoran hingga warga dan petugas bisa masuk membuang sampah,” akhirnya.
Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah






