terasbanua.my.id, Barabai – Temuan bayi oleh warga di Desa Binjai Pirua Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU) , saat ini ditangani oleh pihak Dinas Sosial PPKB PPPA Hulu Sungai Tengah (HST).
Sebelumnya, warga Binjai Pirua dihebohkan dengan sosok bayi tergeletak di Langgar Nurul Yaqin Binjai Pirua RT 6, Selasa (6/6/2023) dini hari tadi.
Orang pertama kali menemukannya yakni, Dewi. Dia mendapati bayi itu menangis di teras langgar.
Diperkirakan bayi tersebut berusia 10 hari. Pihak Dewi lantas berniat ingin merawat bayi itu.
Plt Kepala Dinsos PPKB PPA HST, Edy Rahmawan menyebut saat ini penanganan bayi yang diduga sengaja diletakkan di langgar itu dalam pengawasan unit PPA.
Dinsos, kata Edy membawa bayi ke Rumah Sakit H Damanhuri Barabai (RSHD) untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan memastikan kondisinya.
“Diberikan penanganan sebagaimana mestinya oleh tim dokter RSHD Barabai,” kata Edy, Rabu (7/6/2023).
Hal itu dilakukan, sebagai salah satu peran dan fungsi wilayah kerja Dinsos PPKB PPA. Terutama memberikan perlindungan dan pengamanan bagi bayi yang ditemukan oleh warga tadi.
Soal keluarga yang menemukan bayi itu, kata Edy sebelumnya ingin mengasuh dan merawatnya. Namun ada aturan yang perlu dilaksanakan.
“Jadi kami berikan pemahaman kepada warga pihak desa dan kecamatan perihal aturan tentang proses pengangakatan anak atau adopsi,” terang Edy.
Bidang PPA pun, tegas Edy akan terus mengawal dan berkoordiansi dengan UPPA Polres HST, untuk penelusuran keberadaan orang tua dan keluarga bayi tersebut.
“Melalui bidang PPA akan menyiapkan keperluan bayi dan menjamin semua perawatan serta menyiapkan alternatif pengasuhan selama dalam proses pelacakan dan penelusuran di UPPA Polres HST,” tutup Edy.

Tim dari Dinsos PPKB PPA HST memberikan penanganan kepada bayi yang ditemukan tergeletak di Binjai Pirua LAU, Rabu (7/6/2023).
Diberitakan sebelumnya, suara tangisan bayi memecah keheningan Desa Binjai Pirua Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU) Hulu Sungai Tengah (HST), Selasa (6/6/2023) dini hari tadi.
Rupanya, suara itu berasal dari teras Langgar Nurul Yaqin di RT 6 Binjai Pirua, dulu Desa Balanti. Ditemukan pertama kali oleh Dewi SA sekitar pukul 4.15.
Bayi ditemukan berpakaian lengkap dibalut selimut kain. Disampingnya terdapat susu formula.
Kapolsek LAU, Ipda Lilik Hardiyanto menyebutkan dari keterangan saksi Dewi, dia pertama kali mendengar suara tangisan bayi.
Sang bayi lantas dibawa ke rumahnya untuk diganti pakaiannya. Sebab kondisi pakaian bayi dalam keadaan basah.
“Rumah saksi Dewi ini bersebelahan dengan langgar itu,” kata Lilik Selasa pagi.
Bayi itu berjenis kelamin perempuan.
“Diduga baru berumur 10 hari,” ujar Lilik.
Nampak bayi itu sengaja diletakkan di teras langgar. Warga menduga bayi itu dibuang oleh orang tuanya sendiri.
“Masih lidik siapa ibu atau orang tua bayi tersebut,” tutup Lilik.
Reporter: HN Lazuardi






