Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 25 Mei 2023 16:38 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Telur Ayam Meroket, Masyarakat Beralih Telur Retak dengan Harga Jauh Lebih Terjangkau


 Telur Ayam Meroket, Masyarakat Beralih Telur Retak dengan Harga Jauh Lebih Terjangkau Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Beberapa hari belakangan harga telur ayam melambung tinggi di sejumlah pasar tradisional di Kota Banjarmasin.

Jika biasanya harga tertinggi telur ayam hanya dikisaran Rp. 27 ribu hingga Rp. 30 ribu per kilogramnya, seakarang harganya  sudah menembus di Rp. 32 ribu per kilogramnya.

“Harga telur ayam naik terus bahkan pernah di harga Rp. 34 ribu per kilogramnya,” ungkap Arbainah salah satu pedagang telur di Pasar Teluk Dalam, Kamis (25/5/2023).

Menurutnya, meroketnya harga telur ayam itu membuat pelanggannya banyak beralih ke telur ayam yang sudah retak. Mengingat perbandingan harga pada keduanya cukup signifikan.

Untuk harga telur ayam retak, dijual per bijinya dari kisaran Rp. 1.500 hingga Rp. 1.800 tergantung ukuran telur ayam yang dijual.

“Biasanya harganya hanya dikisaran Rp. 1.300 saja tapi ikut naik setelah telur bagus naik. Cuman sedikit saja kenaikannya,” katanya.

Banyaknya pelanggan yang beralih ke telur ayam retak membuat penjualannya mengalami peningkatan dari pada biasanya.

Sememtara, telur ayam yang kondisinya sudah retak itu sendiri merupakan kiriman dari kabupaten lainnya di Kalimantan Selatan (Kalsel). Sedangkan telur ayam kualitas bagus berasal dari daerah Jawa yang memang daerah pemasok telur ayam.

“Harga telur naik itu sudah mulai dari distributornya. Makanya kami jual dengan harga naik juga,” tuturnya.

Sementara itu, Budi salah satu pembeli telur berbahan telur mengaku terpaksa beralih ke telur ayam retak karena harganya jauh lebih terjangkau.

Apalagi kebutuhan telur ayam digunakannya untuk bahan baku dagangannya sebagai penjual pentol goreng agar tetap mendapat untung.

“Karena telur yang bagus mahal sekali jadi memilih telur retak saja untuk jualan,” ujarnya.

Hamdiah/rie
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Ketua TP PKK Banjarmasin Berbagi Daging Kurban untuk Penderita Stunting

28 Mei 2026 - 02:00 WITA

Wali Kota Banjarmasin Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momentum Idul Adha 1447 H

27 Mei 2026 - 01:54 WITA

Sambut Idul Adha 1447 H, Wali Kota Banjarmasin Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Subianto Seberat 973 Kg ​

26 Mei 2026 - 01:50 WITA

Banjarmasin Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah 2026 ​

26 Mei 2026 - 01:44 WITA

Ketua Dekranasda Banjarmasin Ikuti Ladies Program APEKSI 2026 di Pontianak, Jadi Ruang Kolaborasi dan Promosi Produk Kerajinanan

24 Mei 2026 - 01:38 WITA

APEKSI, Wali Kota Yamin : Ruang Berbagi Pengalaman dan Inovasi Antar Pemerintah Kota

23 Mei 2026 - 01:28 WITA

Trending di Banjarmasin