terasbanua.my.id, Banjarmasin – Kasus penusukan pelajar di SMAN 7 Banjarmasin terus menguak fakta baru, terutama dari sosok pelaku.
Dari pengakuan teman sekelasnya di SMPN 3 Banjarmasin, pelaku berinisial ARR itu ditengarai suka mengolok-olok orang lain yang berawal dari candaan.
“Saya pernah berkelahi dengannya karena (besambatan) nama orang tua,” ungkap salah seorang teman pelaku di kelas 9 yang enggan menyebutkan namanya kepada terasbanua.my.id melalui WhatsApp, Selasa (7/8/2023).
Kepada terasbanua.my.id ia menuturkan bahwa pelaku cenderung gampang emosi saat diolok balik bahkan memukul dirinya di bagian tangga karena tidak terima.
“Waktu itu mendekati ulangan semester dia mengolok saya dengan menyebut wahabi. Saat saya balas dengan menyebut pendeta malah marah dan mukul saya,” jelasnya.
Akibat kejadian itu, keduanya dipanggil ke ruang BK dan diinterogasi. Namun guru malah terkesan membela pelaku karena memang dikenal siswa pintar di kelasnya.
Sementara dirinya memang pernah masuk BK dengan catatan sebelumnya bermasalah karena hanya candaan sesama teman.
“Dia bilang dibully padahal saya juga di bully. Namun saya diam dan guru membujuk saya meminta maaf untuk damai,” tuturnya.
Tak ingin masalah kian panjang juga yang membuat dirinya enggan mengelak saat dibujuk sang guru meminta maaf meski tak bersalah.
Disebut oleh teman sekelasnya, ARR diduga kuat juga pernah bermasalah dengan siswa lainnya karena hal serupa.
“Itu waktu kelas 2 teman sekelasnya. Perkelahian dua kali. Cuman satu kali saja yang masuk BK karena sampai pukul-pukulan di kelas,” terangnya.
Sementara mengenai korban dirinya tak cukup mengenal. Namun pernah saat menjadi MC di suatu acara di sekolah korban pernah diolok-olok teman-teman lain karena korban merupakan seorang wibu.
“Tapi ekspresinya terima-terima saja dan cuman diam saja saat di olok-olok yang lain waktu itu,” akhirnya.
Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah






