terasbanua.my.id, Banjarmasin – Ada belasan sekolah di jenjang SMP di Kota Banjarmasin yang masih mengalami kekurangan siswa dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) beberapa waktu lalu.
Diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Nuryadi, bahwa 13 SMP yang mengalami kekurangan peserta didik itu terbagi di beberapa wilayah.
“Kekurangan siswa bervariasi, ada yang hanya 10 orang, 35 siswa bahkan hingga 100 siswa dalam satu sekolah,” ucap Nuryadi, Jumat (14/7/2023).
Adapun 13 SMP yang mengalami kekurangan siswa yakni SMPN 10, SMPN 12, SMPN 13, SMPN 14 SMPN 17, SMPN 18 Banjarmasin, SMPN 22, SMPN 25, dan SMPN 28. Kemudian SMPN 31, SMPN 32, SMPN 34, dan SMPN 35.
Untuk itu, seluruh sekolah yang masih kekurangan siswa diperkenankan membuka pendaftaran atau penerimaan secara offline hingga memasuki tahun ajaran baru mulai 17 Juli 2023 mendatang.
Tak ditampik Nuryadi kondisi kekurangan penerimaan peserta didik terus terjadi secara berulang setiap tahunnya di sejumlah sekolah di Kota Banjarmasin.
Menurutnya, peluang yang bisa diharapkan sekolah yang mengalami kekurangan ialah melalui jalur perpindahan orang tua ke Kota Banjarmasin.
“Jalur perpindahan atau jalur perbatasan nantinya yang bisa masuk dan untuk menutupi kekurangan sekolah,” ujarnya.
Kalaupun jika tidak terpenuhi juga nantinya, teknis proses belajar mengajar akan diserahkan sepenuhnya kepada sekolah untuk bisa menyesuaikan agar pembelajaran tetap berjalan dan tak terganggu.
“Misalnya rombongan belajar (rombel) disesuaikan agar jam belajar guru terpenuhi. Karena satu kelas masih bisa diisi minimal 32-28 murid,” sarannya.
Sementara itu, diakuinya sistem PPDB online terutama jalur zonasi memang banyak dikeluhkan masyarakat. Namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak.
Mengingat sistem PPDB sendiri berasal dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud), dan daerah hanya mengikuti.
Bahkan menurutnya, di daerah lain persoalan kekurangan penerimaan peserta didik lebih parah dibandingkan Kota Seribu Sungai.
“Melihat kondisi itu, mudah-mudahan Permendikbud bisa dievaluasi nanti,” harapnya.
Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah






