terasbanua.my.id, Barabai – Wisata air dadakan yang viral di Desa Anduhum Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS) Hulu Sungai Tengah (HST) ramai dikunjungi wisatawan, Minggu, (18/6/2023).
Sebelumnya, wisata itu sempat dilibas banjir. Akibat luapan Sungai Batang Alai pasca hujan dengan intensitas sedang-deras mengguyur HST pada Kamis, (15/6/2023) lalu.
Sejumlah warung singgah di tempat wisata pun sempat terseret deras arus sungai. Meski demikian, wisata itu masih ramai dikunjungi di akhir pekan sejak pagi hingga sore.
Pemandangan alam dan jernihnya air sungai jadi daya tarik wisata itu. Tak heran wisatawan suka berendam sambil berswafoto.
“Cocok jadi tempat liburan keluarga,” kata wisatawan asal Kota Barabai, Amin.
Akses jalan menuju wisata itu mudah dilalui. Baik roda 2 maupun roda 4.
Sekitar 15 menit atau 10 kilometer dari pusat Kota HST menuju Birayang. Di pertigaan Birayang ambil jalan kiri melewati Pasar Senin Birayang.
Menyebrang jembatan, di simpang tiga tugu Pahlawan ALRI Birayang Surapati ambil jalan ke kanan menuju Desa Rangas. Hingga mendapati pertigaan desa itu, kemudian belok ke kanan.
Lurus menuju Desa Anduhum. Di pinggir jalan sebelah kanan akan didapati sejumlah pemuda berjaga. Tanda masuk wisata.
Sampai ditujuan, petugas parkir akan mengarahkan. Area parkir cukup luas.
“Kami satu mobil, sekeluarga cukup membayar Rp10ribu,” ujar Amin.
Sesampai di wisata, mata akan tertuju kepada deretan pegunungan yang berjejer. Menghiasi wisata yang di bawahnya ada aliran sungai, sungai yang mehelat Desa Anduhum dan Desa Wawai di BAS.
Di tengah wisata sungai, ada hamparan pasir yang disebut warga sebagai pulau. Hamparan pasir dan bebatuan itu memecah aliran sungai menjadi dua cabang.
“Ada yang dangkal ada yang tidak. Ada juga sedikit arung jeramnya,” ujar Amin.
Wisata yang dikelola secara swadaya masyarakat setempat juga menyediakan pelampung dari ban dalam bekas. Termasuk payung serta tenda di tengah pulau.
“Harga sewanya terjangkau untuk satu keluarga,” tutup Amin.
Sebagai pengingat, tempat ini cukup terbuka. Karena itu, perlu pelindung seperti payung, tenda atau terpal maupun tabir surya untuk melindungi kulit dari sengatan matahari.
Reporter: HN Lazuardi/rie






