terasbanua.my.id, Barabai – Festival Anggrek Parisj van Borneo ke 3 di Hulu Sungai Tengah (HST) berlangsung meriah.
Dihelat selama 2 hari, mulai 20-21 Juli 2024 tadi diisi berbagai kegiatan. Mulai dari pameran dan bazar anggrek, pemilihan Putri Anggrek HST, kontes anggrek, merangkai bunga anggrek dan fotografi anggrek.
Bupati HST, H Aulia Oktafiandi menyebut terlaksananya Festival Parisj Van Borneo ke 3 merupakan salah satu bukti dalam mencintai alam dan lingkungan. Sebab, salah satu ciptaan-Nya itu tumbuh di Pegunungan Meratus.

Penilaian Aulia terhadap anggrek itu bukan tanpa alasan. Dia menyebut, anggrek merupakan tanaman yang mencerminkan kualitas, eksklusivitas, kemewahan dan nilai yang tinggi.
“Karena itulah mengapa kita tidak dapat menjumpainya di sembarang tempat,” kata Bupati Aulia usai membuka resmi festival itu di Balai Rakyat Barabai, Minggu (21/7/2024).
Bukit kecintaan Pemkab HST terhadap alam dan lingkungan, tekan Aulia dengan senantiasa mendukung segala bentuk pelestarian anggrek.
“Menjadikan tempat yang layak dan terus menghidupkan budidaya anggrek di HST,” tutup Aulia.
Ketua DPC Pecinta Anggrek Indonesia (PAI) HST, Cheri Bayuni Budjang mengapresiasi semua pihak dalam mempertahankan kelanjutan, antusiasme dan mempertahankan kemeriahan acara Festival Anggrek Parisj Van Borneo di HST. Hingga sampai terselenggaranya volume ke 3 saat ini.
“Tidak mudah pada zaman sekarang ini untuk mau menyibukkan diri terlibat dalam pembangunan di daerah,” kata Istri Bupati HST itu.
Kepada generasi muda, Cheri berharap untuk terus melestarikan dan menyayangi anggrek dalam membantu kemajuan di HST.
Reporter: HN Lazuardi







