terasbanua.my.id, Barabai – Kasus percintaan di warung malam yang berujung maut diungkap Satreskrim Polres Hulu Sungai Tengah (HST).
Satu dari 3 pelaku berhasil diringkus, yakni S alias Sabar. Dia berhasil diringkus 2 jam lebih setelah kejadian, pukul 00.10, Sabtu (2/9/2023).
Sabar diringkus Satreskrim di rumahnya di Desa Bakapas Kecamatan Barabai HST.
“Untuk 2 lainnya yakni, R dan I masih dalam proses pengejaran,” kata Kapolres AKBP Jimmy Kurniawan melalui Kasubsi PIDM Humas Polres HST, Aipda M Husaini, Sabtu (2/9/2023) malam.
Dari hasil introgasi polisi terhadap pelaku, si Sabar menyebut perkelahian itu berawal dari kedatangan korban S alias Iluk ke warung malam di Desa Tembok Bahalang Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS) HST.
Saat itu, Iluk yang merupakan warga Desa Sumanggi RT 5 Kecamatan Batang Alai Utara (BAU) keluar dari warung yang dijaga pacarnya, R. Rupanya Iluk dan R asal Kabupeten Tabalong itu terlibat ‘adu mulut’ soal percintaan.
“Iluk tak terima diputusi pacarnya itu. Lalu dia keluar warung dan menantang berkelahi para pengunjung warung pacarnya tadi,” kata Husaini.
Sembari membuka baju, Iluk berteriak menantang pengunjung warung. “Siapa yang mengganggu pacar ku, bunuh aku,” demikian ucapanya.
Lantas, Iluk mendatangi 3 orang pengunjung warung, Sabar, Rafi dan Irpan. Namun berhasil dipukul mundur oleh Sabar.
“Merasa dipukul oleh pengunjung warung itu, Iluk mengambil pisau toreh dari dalam jok kendaraannya dan langsung menghampiri Irpan. Dia langsung menusuk. Irpan luka di bagian paha dan kaki,” kata Husaini.
Melihat kejadian tersebut, rekan Irpan yakni Rafi pun mencabut sebilah pisau yang terselip di pinggang kanannya.
“Rafi langsung menusuk ke perut Iluk 2 kali sehingga tergeletak di tanah,” terang Husaini.
Dalam kondisi korban yang terkapar, tak menyurutkan ketiga kawanan itu untuk tetap menghajar Iluk.
“Sabar dan Irpan menginjak dan menendang kepala korban yang saat itu sudah tidak berdaya,” kata Husaini.
Ketiganya lantas pergi setelah melihat kondisi Iluk berlumuran darah dan tergeletak. Rupanya ketiganya tidak langsung kabur, melainkan mengantar Irpan yang terluka akibat senjata tajam milik Iluk.
“Rafi menyuruh Sabar membawa Irpan ke Puskesmas Birayang untuk diobati. Kemudian Rafi menyusul dan membawa pulang Irpan dan Sabar ke rumah masing-masing,” terang Husaini.
Sementara korban Iluk sempat dilarikan ke rumah sakit Barabai. Sempat dilakukan penanganan medis, namun nyawanya sudah tak tertolong dan menghembuskan nafas terakir sekitar pukul 01.45.
Reporter: HN Lazuardi






