terasbanua.my.id, Barabai – Kasus lubang atau belahan atau pun celah bibir dan lelangit cukup banyak ditemukan di Kalimantan Selatan (Kalsel) khususnya di Hulu Sungai Tengah (HST).
Pada 1995 istilah itu dipopulerkan dari pada sumbing. Dalam bahasa Inggris cleft lip and palate dengan istilah medisnya Labioskizis atau yang kerap didengar dengan sumbing itu adalah kondisi kelahiran yang umum, dapat terjadi sendiri atau sebagai bagian dari kondisi atau sindrom genetik.
Gejalanya timbul dari pembukaan pada mulut. Termasuk kesulitan berbicara dan makan. Perlu operasi bedah untuk mengembalikan fungsi normal dengan bekas luka minimal.
Dari berbagai sumber, umumnya untuk biaya operasi bedah itu, pasien bisa-bisa mengeluarkan uang puluhan jutaa. Antara kisaran Rp4,9 juta sampai Rp.47 juta.
Rumah Sakit Umum Daerah Haji Damanhuri atau RSHD Barabai menggelar bakti sosial (baksos) operasi itu, 10 Februari 2024.
Mereka bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST), Pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (UNHAS) sampai berbagai pihak terkait.
“Sebanyak 16 pasien kasus celah bibir dan lelangit dioperasi secara gratis dalam baksos kali ini,” kata Direktur RSHD Barabai, dr Nanda Sujud Andi Yudha Utama, Senin (12/2/2024).
Kata Dokter Nanda, yang dioperasi merupakan bayi yang terlebih dahulu mendaftarkan diri sebagai peserta dalam baksos ini dengan. Serta sudah melengkapi sejumlah dokumen yang diperlukan.
Mereka yang akan dioperasi menjalani tahap screening pada 5-9 Februari 2024.Para pasien pun telah diperiksa dan dinyatakan sehat pada saat akan dioperasi pada 10 Februari 2024 tadi.
“Untuk kasus celah bibir, syaratnya bayi minimal umur 3 bulan dengan berat badan 5 kilogram. Sedangkan kasus celah lelangit, bayi minimal umur 1,5 tahun dengan berat badan 10 kilogram,” jelas dokter spesialis bedah itu, Senin (12/2/2024).
dr Nanda berharap, acara baksos ini dapat terus berlanjut dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Di samping sebagai ajang promosi pelayanan RSHD Barabai yang saat ini sudah bisa melakukan pelayanan operasi bibir sumbing dan celah langit.
Dewan Pakar Pengurus Besar (PB) PDGI periode 2022-2025, Prof Dr drg Rosihan Adhani yang hadir dalam kegiatan turut menyambut baik dilaksanakannya kegiatan baksos ini.
Dia juga mengapresiasi RSHD Barabai yang bisa jadi pelopor dalam kemajuan. Sebab Inisiatif dan layanan selama ini, dibandingkan dengan kebutuhan masih dirasakan sangat kurang.
“Kasus bibir sumbing dan celah lelangit ini cukup banyak di daerah Kalsel dan mereka sangat memerlukan pelayanan medis untuk bisa melakukan pemulihan terhadap kecacatan itu,” nilai Rosihan.
Demi pembangunan di Kalsel, pihaknya juga siap mensupport berlangsungnya kegiatan-kegiatan seperti itu.
“Terlebih, syukur lagi apabila Barabai bisa jadi pusat dalam penanganan celah bibir dan lelangit,” tutup Rosihan.
Reporter: HN Lazuardi






