terasbanua.my.id, Barabai – Warga Desa Anduhum-Rangas RT 2 Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) beramai-ramai membangun jembatan darurat.
Pasalnya, jembatan penghubung antar desa, Rangas – Wawai itu rusak parah. Bekas diterjang banjir akhir 2021 lalu.
Sebelumnya, jembatan penghubung itu bisa dilewati kendaraan roda 2 hingga 4.
Pasca-rusak berat, puing-puing jembatan diangkut oleh pihak Pemkab HST. Notabene Dinas PUPR HST.
Ipul, warga sekitar menuturkan tak tau soal itu. Hanya saja dia mengatakan sisa-sisa seperti kayu ulin maupun tali sling itu pernah dibawa pihak dinas.
Kata Ipul, jembatan itu merupakan akses vital kedua masyarakat desa. Mengingat kedua masyarakat punya lahan perkebunan pada masing-masing kampung.
Jembatan penghubung itu bisa mengefesienkan waktu.
“Kalau memutar (Jalan Birayang/pusat kota kecamatan-red) kan lebih lama waktunya. Apalagi sebentar lagi mulai Maulid, otomatis jalan penghubung ini sangat membantu,” kata Ipul, Senin (14/8/2023).

Bermodal tenaga, warga membangun pondasi awal, berbahan batang pohon pinang. Sementara tiangnya berbahan kayu pohon langsat atau duku.
“Kami secara swadaya membangun. Sehingga nantinya bisa dilewati kendaraan roda dua,” terang Ipul.
Dikonfirmasi ke PUPR HST melalui Kabid Bina Marga, A Syafaat yang sedang Umrah menyebut pembangunan jembatan itu masuk anggaran 2024 di Musrenbang.
“Kalau tidak salah. Kalau tahun ini belum masuk di APBD,” kata Syafaat dikonfirmasi via WhatsApp.
Soal sisa-sisa jembatan, Kabid Bina Marga, Syafaat tidak tau persis. Yang pastinya diamankan pihak Bina Marga.
“Nanti ditanyakan dulu,” ujar Syafaat.
Syafaat menegaskan, di 2023 ini, PUPR HST fokus penanganan pasca-banjir di wilayah Hantakan.
“Jembatan Alat, Tilahan dan Kundan Ambih,” tutup Syafaat.
Reporter: HN Lazuardi/ rie






