terasbanua.my.id, Barabai – Satu pegiat sekaligus atlet panahan tradisional yang tergabung dalam Federasi Seni Panahan Tradisional (Fespati) Hulu Sungai Tengah (HST) berhasil meraih tiket Road to Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) ke 7 di Bandung, Jawa Barat Juli 2023 mendatang.
Capaian itu berhasil diraih setalah mengikuti lomba sekaligus seleksi pada ajang Festival Olahraga Rekreasi dan Budaya (Forda) Kalsel di SKB Mulawarman Banjarmasin, Kamis (11/5/23).
Zaki Zayadi, berhasil tembus dengan skor 167. Enam anak panah 5 rambahan pada ketegori jarak 40 meter dewasa putra.
Dia menyisihkan sang juara Forda tahun lalu, Arpani dari Fespati Tabalong yang memiliki skor 141 dan puluhan pemanah laiinya.
Zaki mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran yang telah mendukung dan memberikan bantuan atau dukungan. Terutama kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab HST) melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga Dan Pariwisata serta Kormi HST.
“Ke depan kita akan fokus latihan lebih keras lagi untuk menghadapi event Fornas dan semoga olahraga sunnah ini senantiasa terus dapat kita syiarkan pada masyarakat,” tutup Zaki.
Ketua Fespati HST, M Taupik R menambahkan, kali ini kontingennya berhasil menyabet juara pada tiap kategori.
Dari kategori yang dilombakan, Fespati HST berhasil menduduki juara pada empat kategori perlombaan.
“Pegiat panahan kita menjadi juara pertama pada kategori dewasa putra jarak 40 meter atas nama Zaki Jayadi dan juara kedua kategori dewasa putri jarak 30 meter,” papar Taupik.
Pada kategori dewasa putra dan putri, HST juga berhasil menyabet hingga juara harapan 3. Harapan pertama, Muhammad Helmi dan kategori dewasa putri 30 meter posisi juara harapan 1 diduduki Hj Hanifah, harapan ke 2 Auliyana dan ke 3 yaitu Ayu Herita W.
Selanjutnya, berhasil menjadi juara kedua kategori pelajar putri jarak 10 meter atas nama Nabila Azzahra Hariyadi, dan juara ketiga kategori pelajar putra jarak 10 meter atas nama M Irfan Yusran.
“Sementara pada kategori jarak 20 meter pelajar putri kita hanya meraih juara harapan 3, atas nama Fathimatuzzahra. Untuk putranya kita tidak ada,” tutup Taupik.
Reporter: HN Lazuardi







