terasbanua.my.id, Banjarmasin – Puskesmas Pemurus Dalam menjadi pembangunan terakhir layanan kesehatan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin di tahun 2023 ini.
Dalam perencanaan pembangunan infrastruktur kesehatan tahun ini, ada dua puskesmas yang bakal di rehabilitasi total dan lebih dulu dilakukan pada Puskesmas Pelambuan sebelumnya.
Untuk Puskesmas Pemurus Dalam, dibeberkan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina bahwa bangunan sebelumnya memang mengalami kerusakan hingga perlu perbaikan.
Untuk itu, dianggarkan perombakan total dan ada perluasan lahan pada pembangunan puskesmas yang melayani warga Pemurus Dalam dan sekitarnya.
“Dulunya di samping puskesmas ada rumah dinas, sekarang dijadikan satu halaman puskesmas karena adanya perluasan,” ungkap Ibnu usai peletakan batu pertama pembangunan Puskesmas Pemurus Dalam, Minggu (13/8/2023).
Lebih jauh Ibnu memaparkan, ada sekitar 24 ribu lebih penduduk yang dilayani di puskesmas tersebut termasuk dengan warga kabupaten tetangga yakni Kabupaten Banjar. Mengingat letaknya berada di perbatasan.
Tentunya, pembangunan itu merupakan upaya dari visi misi Banjarmasin Baiman dalam aspek kesehatan agar masyarakat mudah berobat.
“Mudah-mudahan dengan dibangunnya puskesmas ini bisa melayani warga dengan baik,” harapnya.
Secara terpisah, Kepala Puskesmas Pemurus Dalam, dr Taufik menambahkan selama pembangunan dilakukan layanan kesehatan tetap terbuka untuk masyarakat.
Namun untuk sementara dipindahkan di puskesmas pembantu yang lokasinya tidak jauh dari Puskesmas Pemurus Dalam.
“Puskesmas pembantu yang beralamat di Jalan Arjuna Raya. Itu memang berada di wilayah kerja Puskesmas Pemurus Dalam,” ucap Taufik.
Untuk kualitas pelayanan sendiri tidak ada yang berubah lanjutnya, hanya saja ada keterbatasan layanan karena tempatnya di puskesmas pembantu.
Sebelumnya, pihak telah melakukan renovasi di puskesmas pembantu untuk penyesuaian ruangan supaya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat tidak terganggu.
“Kita juga sudah sampaikan kepada masyarakat bahwa adanya pemindahan layanan melalui spanduk dan media sosial agar masyarakat tahu,” tuturnya.
Keinginan perbaikan sendiri lanjutnya memang sejak lama. Selain bangunan gedung sudah lama, ada alasan lain yakni karena kebutuhan ruangan pelayanan sesuai regulasinya.
“Kebutuhan regulasi tentang fasilitas kesehatan tingkat pertama mengharuskan puskesmas ini dilakukan renovasi. Jadi sesuai kebutuhan ruang pelayanan kesehatan,” paparnya.
Di samping itu, ia mengungkapkan Puskesmas Pemurus Dalam dengan anggaran pembangunan mencapai Rp. 5,3 miliar itu akan menerima bantuan beberapa penambahan peralatan kesehatan dari Kementrian Kesehatan.
“Di bulan November atau Desember nanti kita dapat peralatan USG untuk pelayanan keluarga ibu hamil. Setelah itu, akan mengusulkan pengelolaan limbah melalui DAK fisik atau dana APBD,” pungkasnya.
Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah






