terasbanua.my.id, Banjarmasin – Progres Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2023 sejauh ini sudah mencapai 51 persen.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin, Edy Wibowo menuturkan PAD yang diperoleh berasal dari berbagai sumber.
Dirincikan Edy, PAD yang diperoleh dari pajak daerah atau pajak hotel sudah mencapai Rp.18,1 miliar. Kemudian pajak restoran dan rumah makan sudah mencapai Rp. 65 miliar.
Selanjutnya, pajak tempat hiburan baru mencapai Rp. 10 miliar dan pajak reklame baru Rp. 2,2 miliar. Adapun pajak Penerangan Jalan Umum (PJU) sudah masuk Rp. 42,3 miliar, pajak parkir baru Rp. 5,7 miliar, pajak dan paling kecil serapannya pajak sarang walet hanya Rp. 77 juta.
Sementara Pajak Bumi dan Bangunan, Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) sudah terealisasi Rp. 31,3 miliar. Kemudian pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sudah terealisasi Rp. 41,4 miliar.
“Dari berbagai sumber pendapatan PAD kita yang paling jauh saat ini penyerapannya ada di restoran dan rumah makan dari target Rp. 225 miliar dan sarang walet yang targetnya Rp. 1,5 miliar,” ungkap Edy kepada terasbanua.my.id, Senin (18/9/2023).
Di sisi lain, Edy menuturkan masih menggali potensi pajak dari rumah makan dan restoran yang mengenakan pajak 10 persen saat pelanggan bertransaksi.
Mengingat saat ini, di sektor ekonomi di bidang tersebut sangat berkembang pesat di kota yang memiliki julukan Seribu Sungai.
“Kita akan gali terus dan memang harus terus memberikan sosialisasi dan pengawasan ditingkatkan untuk memberikan kesadaran dan pemahaman kepada masyarakat,” jelasnya.
Tentunya penarikan potensi itu melalui sistem alat taping box yang sudah dipasang pihaknya kepada masing-masing rumah makan dan restoran.
Untuk menguatkan itu, rencananya pihaknya akan mengeluarkan sistem undian berhadiah kepada pelanggan yang telah bertransaksi.
“Kepada masyarakat silahkan minta struknya dan masukan dalam sistem itu,” katanya.
Menariknya, undian yang ditawarkan berupa umroh kepada pemenang yang berhasil terpilih nantinya yang mana sistem inovasi milik BPKPAD Kota Banjarmasin itu mulai diluncurkan Oktober mendatang.
Hal itu dilakukan lanjutnya, sebagai upaya usaha pihaknya dalam pengawasan terhadap penyerapan sumber PAD dengan melibatkan masyarakat langsung.
“Kalau kita mengawasi langsung agak susah karena kekurangan petugas makanya kita libatkan masyarakat supaya saling mengawasi,” pungkasnya.
Hadiah
Foto. Hamdiah






