Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 22 Sep 2023 21:25 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Produk UMKM Kelompok Penyandang Disabilitas Unjuk Diri di Event Pekan Raya Banjarmasin


 Produk UMKM Kelompok Penyandang Disabilitas Unjuk Diri di Event Pekan Raya Banjarmasin Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Dari ratusan stand tersedia di Pekan Raya Banjarmasin, ada satu stand yang cukup menarik perhatian.

Pasalnya, stand tersebut milik dari kelompok penyandang disabilitas asal Kota Banjarmasin yang menjual kerajinan tangan seperti tas dari kain sasirangan, taplak meja ayaman dari benang wol dan jajanan olahan mereka.

Bambang (50) salah seorang dari pemilik stand itu mengaku untuk pertama kalinya produknya dan teman-teman penyandang disabilitas dipajang di sebuah event seperti Pekan Raya Banjarmasin.
“Rasanya sangat bangga sekali bisa terlibat dan dapat mengangkat karya teman-teman untuk dipasarkan,” ungkap Bambang kepada terasbanua.my.id saat berbincang-bincang, Jumat (22/9/2023).

Selama ini lanjutnya, perhatian dari Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin luar biasa terhadap penyandang disabilitas.

Salah satunya, memberikan membantu alat-alat untuk menunjang pekerjaan atau usaha dari para penyandang disabilitas itu sendiri.

“Mungkin nanti dari pemerintah bisa melaksanakan pelatihan untuk kami agar memiliki penghasilan sendiri atau menyediakan tempat untuk kami berusaha,” tutur Bambang.

Bambang menceritakan awalnya dirinya bisa membuat kerajinan tangan berupa taplak meja benang wol itu belajar dari istrinya yang dulunya pernah ikut pelatihan di Solo.

Maka dari itu, sekarang ia dan istrinya yang juga penyandang disabilitas menekuni usaha kerajinan tangan itu berdua.

“Alhamdulillah lumayan untuk penghasilan kami yang memiliki keterbatasan ini,” katanya.

Saat ini produk taplak meja miliknya itu sudah terjual hingga ke Kabupaten/Kota tetangga dan paling jauh dari Kabupaten Kota Baru.

Untuk proses pembuatan taplak meja itu membutuhkan waktu satu hingga empat hari tergantung kerumitan dan ukuran.

Biasanya untuk pemilihan warna dan bentuknya menyesuaikan pesanan oleh pelanggannya.

Saat ini cara pemasaran pihaknya dilakukan secara langsung dan memanfaatkan penjualan secara online yang paling banyak dilirik saat ini.

“Kita lakukan keduanya agar produk kami bisa laku dan dikenal lebih banyak lagi,” ujarnya.

Harga dari produk taplak meja sendiri mulai dari Rp. 80 ribu hingga ratusan ribu tergantung ukuran dan kerumitan yang dibuat.

Sedangkan kerajinan tangan berupa tas kain sasirangan dijual mulai dari Rp. 25 ribu hingga Rp. 80 ribu tergantung jenis dan ukuran tas.

Sementara jajanan olahan seperti kembang goyang yang dijual dibandrol dari harga belasan ribu saja per bungkusnya.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

Ketua TP PKK Banjarmasin Berbagi Daging Kurban untuk Penderita Stunting

28 Mei 2026 - 02:00 WITA

Wali Kota Banjarmasin Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momentum Idul Adha 1447 H

27 Mei 2026 - 01:54 WITA

Sambut Idul Adha 1447 H, Wali Kota Banjarmasin Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Subianto Seberat 973 Kg ​

26 Mei 2026 - 01:50 WITA

Banjarmasin Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah 2026 ​

26 Mei 2026 - 01:44 WITA

Ketua Dekranasda Banjarmasin Ikuti Ladies Program APEKSI 2026 di Pontianak, Jadi Ruang Kolaborasi dan Promosi Produk Kerajinanan

24 Mei 2026 - 01:38 WITA

APEKSI, Wali Kota Yamin : Ruang Berbagi Pengalaman dan Inovasi Antar Pemerintah Kota

23 Mei 2026 - 01:28 WITA

Trending di Banjarmasin