terasbanua.my.id, Banjarmasin – Dari ratusan stand tersedia di Pekan Raya Banjarmasin, ada satu stand yang cukup menarik perhatian.
Pasalnya, stand tersebut milik dari kelompok penyandang disabilitas asal Kota Banjarmasin yang menjual kerajinan tangan seperti tas dari kain sasirangan, taplak meja ayaman dari benang wol dan jajanan olahan mereka.
Bambang (50) salah seorang dari pemilik stand itu mengaku untuk pertama kalinya produknya dan teman-teman penyandang disabilitas dipajang di sebuah event seperti Pekan Raya Banjarmasin.
“Rasanya sangat bangga sekali bisa terlibat dan dapat mengangkat karya teman-teman untuk dipasarkan,” ungkap Bambang kepada terasbanua.my.id saat berbincang-bincang, Jumat (22/9/2023).
Selama ini lanjutnya, perhatian dari Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin luar biasa terhadap penyandang disabilitas.
Salah satunya, memberikan membantu alat-alat untuk menunjang pekerjaan atau usaha dari para penyandang disabilitas itu sendiri.
“Mungkin nanti dari pemerintah bisa melaksanakan pelatihan untuk kami agar memiliki penghasilan sendiri atau menyediakan tempat untuk kami berusaha,” tutur Bambang.
Bambang menceritakan awalnya dirinya bisa membuat kerajinan tangan berupa taplak meja benang wol itu belajar dari istrinya yang dulunya pernah ikut pelatihan di Solo.
Maka dari itu, sekarang ia dan istrinya yang juga penyandang disabilitas menekuni usaha kerajinan tangan itu berdua.
“Alhamdulillah lumayan untuk penghasilan kami yang memiliki keterbatasan ini,” katanya.
Saat ini produk taplak meja miliknya itu sudah terjual hingga ke Kabupaten/Kota tetangga dan paling jauh dari Kabupaten Kota Baru.
Untuk proses pembuatan taplak meja itu membutuhkan waktu satu hingga empat hari tergantung kerumitan dan ukuran.
Biasanya untuk pemilihan warna dan bentuknya menyesuaikan pesanan oleh pelanggannya.
Saat ini cara pemasaran pihaknya dilakukan secara langsung dan memanfaatkan penjualan secara online yang paling banyak dilirik saat ini.
“Kita lakukan keduanya agar produk kami bisa laku dan dikenal lebih banyak lagi,” ujarnya.
Harga dari produk taplak meja sendiri mulai dari Rp. 80 ribu hingga ratusan ribu tergantung ukuran dan kerumitan yang dibuat.
Sedangkan kerajinan tangan berupa tas kain sasirangan dijual mulai dari Rp. 25 ribu hingga Rp. 80 ribu tergantung jenis dan ukuran tas.
Sementara jajanan olahan seperti kembang goyang yang dijual dibandrol dari harga belasan ribu saja per bungkusnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






