terasbanua.my.id, Barabai – Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar pelatihan barista dan kopi kekinian di Hero Kaffe & Roastery Barabai.
Kegiatan tersebut digelar selama tiga hari. Terhitung dari 25 hingga 27 Juli 2023.
Pelatihan itu bekerja sama dengan Maju Makmur Coffe Palangkaraya. Ada 30 peserta yang mengikuti.
Plt Kepala Disdag HST, Rapinorrahman mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk melatih anak-anak muda di HST. Dengan tujuan menumbuhkan wirausaha baru di sektor industri kopi.

“Sebenarnya pelatihan ini memang melatih tentang barista dan bagaimana membuat kopi kekinian. Tapi bukan itu intinya, kita ingin membuka usaha-usaha baru di bidang industri kopi dan cara berpikir di industri kopi ini bukan hanya barista, buka cafe, tapi dari industri kopi banyak bisnis lain yang dikerjakan, dari hulu hingga hilirnya,” kata Rapi Jumat (25/7/2023).
Menurut Rapi, industri kopi saat ini sangat potensial dan menjadi salah satu dalam dekade ini yang pertumbuhannya naik sampai 250 persen. Karena itu dia menilai sangat luar biasa.
“Kami mau para anak muda ini pemikirannya lebih terbuka dan masuk ke industri kopi, ini bicaranya dari hulu ke hilir, jadi sangat potensial, bila bergerak ke hulu bisa perkebunan kopi, hilirnya bisa membuka brand-brand kopi baru hingga menjual ke luar daerah,” harap Rapi.
Ia menegaskan, hal ini juga menjadi sebagai dukungan terhadap salah satu misi Bupati HST, yakni yang keempat untuk meningkatkan ekonomi di industri pengolahan.
“Kita ingin memajukan ekonomi di HST. Di misi keempat ini ada laju pertumbuhan di sektor industri, salah satu industri yang kita galakkan yakni, kopi. Sebab kita melihat pertumbuhan tadi, ternyata kopi ini menjadi suatu kebutuhan,” tutup Rapi.
Sementara itu, Owner Hero Kaffe & Roastery, Andika Dwi Octavianto kembali melatih puluhan pemuda yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), di Hero Kaffe HST.
Andika mengatakan, kegiatan ini program dari Dinas Perdagangan (Disdag) HST Bidang Koperasi dan UMKM bekerjasama dengan Maju Makmur Coffe Palangkaraya. Digelar selama tiga hari, dari tanggal 25 hingga 27 Juli.
“Pesertanya 30 orang, yakni perwakilan kedai kopi di HST, organisasi, koperasi meratus dan masyarakat umum. Tujuannya agar dapat membuka wawasan masyarakat tentang profesi barista, profesi itu tak bisa lagi dipandang sebelah mata, sekarang banyak yang wanita, ada kesetaraan gendernya juga,” jelasnya, Selasa (25/7) pagi.
Ia menegaskan, profesinya juga tak hanya meracik kopi, pelatihan ini juga membuka wawasan kepada masyarakat agar lebih mengetahui tugas seorang barista itu.
“Dari menjaga kebersihan, melayani customer, menjaga sopan santun hingga cara mempromosikan. Nanti kita ajarkan dan praktik membuat minuman sendiri yang diminati masyarakat, makanya ada kopi kekinian itu,” katanya.
Hari pertama, ujarnya, terkait profesi barista, sejarah kopi, jenis biji kopi dan manual brewing dasar.
Kedua, espreso, alat-alatnya, apa saja yang bisa dibuat dari espreso itu sendiri. Seperti cappuccino, cafe latte dan lainnya.
Ketiga, lebih ke praktiknya dan sharing bisnis kopi. “Siapa tau mereka minat membuka usaha di bidang kopi atau jadi barista,” ujarnya.
“Pelatihan ini sendiri menjadi titik awal membuka wawasan masyarakat, kedepannya akan ada lagi pelatihan-pelatihan, tak tau gelar sendiri atau bekerjasama lagi. Narasumber sendiri kita datangkan dari Maju Makmur Coffe Palangkaraya, sebab di sana ada tim khusus untuk pelatihan. Itu yang kita datangkan untuk memberikan pelajaran untuk teman-teman di HST,” tutupnya.
Reporter: HN Lazuardi/ rie






