terasbanua.my.id, Barabai – Kasus berdarah yang terjadi di Pasar Agrobisnis Tradisional Modern (ATM) Barabai masih didalami Satreskrim Polres Hulu Sungai Tengah (HST).
Kapolres AKBP Jimmy Kurniawan melalui Kasi Humas Polres HST, IPTU A Priadi menyebut Unit Pidum, Buser, Piket Reskrim, Identifikasi dan anggota Samapta sudah melakukan olah TKP.
Namun hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka atas kasus itu.
“Masih dalam penyidikan. Untuk saksi sudah diperiksa. Akan kami informasikan perkembangannya,” kata Priadi, Senin (22/1/2024).
Diberitakan sebelumnya, peristiwa saling tusuk senjata tajam (sajam) antara AF dan AN terjadi di sekitaran Pasar ATM Barabai, Sabtu (20/1/2024) siang.
Kasi Humas Priadi menyebut, awal mula pristiwa berdarah itu terjadi akibat kesalahpahaman. AF, warga Desa Haliau Kecamatan Batu Benawa menegur AN, warga Jalan Tangkarau Kelurahan Barabai Timur, sekitar pukul 11.00.
“AF menegur AN agar jangan menggangu kegiatan orang berjualan di pasar,” kata Priadi.
AN lantas tersinggung. Dia lalu mencabut sajam yg sudah dibawamya.
Melihat hal tersebut kemudian kawannya AF yakni AG, kata Priadi rupanya merasa tertantang. Sehingga terjadilah perkelahian dan saling tusuk.
Akibat perkelahian itu, keduannya mengalami luka tusuk dan di larikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Dmanhuri Barabai atau RSHD ntuk di lakukan pengobatan.
AF mengalami luka tusuk di dada kanan dan perut. Sementara AN mengalami luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri serta 2 mata luka di bagian tangan kiri.
Saat penanganan medis, di sekitar RSHD dijaga ketat aparat kepolisian. Guna mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan.
“Sekarang kondisi keduanya telah dioperasi dan situasi aman dan terkendali,” tutup Priadi.
Reporter: HN Lazuardi






