terasbanua.my.id, Barabai – Adu jotos antara masyarakat dengan pekerja proyek pemeliharan jalan terjadi di Hulu Sungai Tengah (HST).
Perkelahian itu menjadi soroton. Pasalnya, melibatkan Pembakal atau Kepala Desa Mahela dengab buruh proyek jalan milik Kabupaten HST.
Proyek yang di maksud yakni, pemeliharaan berkala ruas Jalan Birayang – Desa Mahela Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS). Pengerjaan siring jalan.
“Kedua belah pihak sudah sepakat untuk berdamai. Keduanya juga sudah membuat surat kesepakatan bersama,” kata Kapolsek BAS, Ipda Bahruddin S, Senin (11/9/2023).
Informasi terasbanua.my.id, kejadian bermula ketika proyek itu berlangsung. Di sana dipasang plang tertulis, “Maaf Jalan Ditutup Untuk Roda 4”.
Lantas, Pembakal Mahela masuk menggunakan mobilnya. Di sanalah terjadi cekcok yang berujung perkelahian antara pembakal dengan operator alat berat stum, Sabtu (9/9/2023).
Tak terima dipukul, Pembakal kembali membawa kerabatnya. Perkelahian terjadi lagi hingga mengakibatkan kedua belah pihak mengalami luka ringan.
“Kedua belah pihak mengakui sama-sama salah dan sepakat damai,” terang Kapolsek Baharuddin.
Kata Baharuddin, dari pengakuan pembakal, sebelumnya dia tak melihat adanya plang larangan masuk untuk roda 4 terpampang atau ada pengalihan jalan di lokasi yang sedang dikerjakan itu. Alias tidak ada.
“Pengakuannya tidak ada. Kami tak tau persis, apakah sebelumnya memang tidak ada atau memang ada tapi tergeser. Tapi pas kami pantau setelah kejadian ke lokasi ada plang larangannya,” jelas Kapolsek Baharuddin.
Terlepas hal itu, Kapolsek bilang, mestinya saling ambil ‘dingin saja’. Demikian juga untuk proyek yang menutup akses umum perlu disosialisasikan dengan warga, jauh hari sebelum pengerjaan dimulai.
“Sehingga ke depannya konflik-konflik dimasyarakat tidak terjadi,” tutup Kapolsek.
Untuk diketahui, pengerjaan proyek kontruksi itu dilaksanakan oleh PT Rahmat Agung Utama. Jangka waktu 5 Juli – 1 Desember 2023.
Penanganan jalan kabupaten itu menggunakan Dana Alokasi Khusus. Menelan biaya Rp4,3 miliar lebih.
Proyek serupa, khusus di BAS juga ada di ruas jalan Birayang-Batu Tangga, Ilung -Lok Besar dan Ugut-Layuh.
Secara keseluruhan, p Dinas PUPR HST mengadakan 30 proyek fisik dengan nilai keseluruhan sebesar Rp90 miliar lebih pada 2023 ini. Dananya bersumber dari DAK maupun APBD.
Proyek-proyek itu ditujukan untuk pengentasan kemiskinan, pengembangan ekonomi seperti sektor pariwisata dan infrastruktur.
“Ke depannya diharapkan, penyelenggara proyek itu dapat menyosialisasikan pekerjaannya. Sehingga dapat meminimalisir konflik-konflik sosial,” tutup Kapolsek.
Reporter: HN Lazuardi






