Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 7 Sep 2023 20:18 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Perdana Penerapan Baju Adat Banjar, Masih Ada Pegawai Pemko Belum Menggunakan


 Perdana Penerapan Baju Adat Banjar, Masih Ada Pegawai Pemko Belum Menggunakan Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Nampaknya di hari pertama penggunaan baju adat banjar di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, masih ada beberapa terutama tenaga honorer yang belum menggunakan.

Mereka yang tidak menggunakan baju tradisional banjar terlihat hanya mengenakan baju sasirangan saja seperti biasanya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman mengatakan masih bisa dimaklumi dan ditoleransi.

Mengingat penggunaan baju adat banjar merupakan kali pertama diberlakukan dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi (Harjad) Kota Banjarmasin ke 497 tahun

Selain itu, permintaan laung khususnya tentu meningkat seiring diwajibkan dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Banjarmasin

“Mungkin belum selesai atau kehabisan. Bisa ditoleransi hari ini belum, nanti di Kamis berikutnya kita harapkan sudah bisa semua,” ucap Ikhsan saat ditemui di Lobby Balai Kota, Kamis (7/9/2023).

Lantas bagaimana jika penggunaan baju adat banjar memberatkan karena harus mengeluarkan biaya untuk membeli?

Ia menjawab bahwa harga laung atribut adat banjar seperti laung tidaklah mahal dan ada pilihan model yang bisa disesuaikan harganya.

“Laung tutup lebih mahal, laung tajak siak itu lebih murah jadi tergantung dan sesuaikan saja. Makanya saya kira tidak memberatkan,” tuturnya.

Untuk itu, ia berharap di minggu yang akan datang tidak ada lagi yang tidak menggunakan pakai adat banjar bagi ASN ataupun tenaga honorer.

Di samping itu, ia membeberkan penggunaan baju adat banjar selama bulan September tahun ini menjadi uji coba.

Jika nantinya respon pegawai dan masyarakat bagus maka bisa dipertimbangkan untuk berkelanjutan penggunakan.

Mengingat penggunaan baju adat tentu menjadi salah satu pengenalan lebih jauh terdapat adat dan budaya banjar itu sendiri.

“Di kota-kota lain saya sering menemui di hari-hari tertentu dia menggunakan baju adat dan pakai sendal karena adatnya begitu. Kalau kita masih tetap pakai sepatu,” pungkasnya.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 71 kali

Baca Lainnya

Ketua TP PKK Banjarmasin Berbagi Daging Kurban untuk Penderita Stunting

28 Mei 2026 - 02:00 WITA

Wali Kota Banjarmasin Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momentum Idul Adha 1447 H

27 Mei 2026 - 01:54 WITA

Sambut Idul Adha 1447 H, Wali Kota Banjarmasin Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Subianto Seberat 973 Kg ​

26 Mei 2026 - 01:50 WITA

Banjarmasin Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah 2026 ​

26 Mei 2026 - 01:44 WITA

Ketua Dekranasda Banjarmasin Ikuti Ladies Program APEKSI 2026 di Pontianak, Jadi Ruang Kolaborasi dan Promosi Produk Kerajinanan

24 Mei 2026 - 01:38 WITA

APEKSI, Wali Kota Yamin : Ruang Berbagi Pengalaman dan Inovasi Antar Pemerintah Kota

23 Mei 2026 - 01:28 WITA

Trending di Banjarmasin