terasbanua.my.id, Banjarmasin – Para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan honorer di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin nampak mulai menggunakan pakaian adat adat Banjar, Kamis (7/9/2023).
Untuk perempuan menggunakan baju kurung dengan bawahan rok kain sasirangan. Sedangkan laki-laki menggunakan laung banjar dan memakai sarung motif kain sasirangan di bagian pinggang.
Salah satu ASN Pemko Banjarmasin, Husin Lutfie mengaku sangat antusias dan mendukung adanya anjuran penggunaan baju adat banjar oleh para ASN dalam menyambut peringatan Hari Jadi (Harjad) Kota Banjarmasin ke 497 tahun.
“Secara tidak langsung menggunakan baju adat banjar ini mengangkat budaya kita sendiri” ucap Husin kepada terasbanua.my.id di Lobby Balai Kota, Kamis (7/9/2023).
Meski harus menggunakan atribut baru seperti laung di kepala dan sarung sasirangan pada pakaian saat bekerja, menurutnya tidak terlalu memberatkan.
Malahan ada rasa kebanggaan tersendiri menggunakan pakaian baju adat banjar setiap hari Kamis itu.
“Jadi sarana memperkenalkan budaya banjar itu sendiri kepada masyarakat yang tidak tahu. Terutama bagi tamu-tamu luar yang datang kesini,” kata Husin yang menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabag) Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Banjarmasin.
Kalaupun nantinya penggunaan baju adat akan berkelanjutan tak jadi masalah. Menurutnya penggunaan baju adat merubah suasana baru saat bekerja.
“Membuat semangat bekerja karena biasanya hanya pakai baju PDH, Kopri dan tiba-tiba pakai adat menurut saya bagus sekali jadi ada suasana baru,” akhirnya.
Diketahui sebelumnya, keharusan penggunaan baju adat banjar setiap hari Kamis selama bulan September tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Banjarmasin dalam rangka menyemarakkan Harjad Kota Banjarmasin ke 497 tahun.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






