Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 19 Agu 2023 13:24 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Pengamatan Antropologi Bersama Tim Ahli Cagar Budaya Terhadap Benda Temuan di Langgar Al-Hinduan Bertolak Belakang


 Pengamatan Antropologi Bersama Tim Ahli Cagar Budaya Terhadap Benda Temuan di Langgar Al-Hinduan Bertolak Belakang Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Usai benda yang diduga alat tempur meriam diangkat dan dikaji oleh Tim Ahli Cagar Budaya Kota Banjarmasin. Ada tiga kemungkinan benda apa yang ditemukan.

Jika dari kajian sementara Tim Ahli Cagar Budaya Kota Banjarmasin menyebutkan besi bulat itu lebih mengarah pada bagian kapal dan persentasenya mencapai 50 persen.

Bedanya halnya menurut Antropologi ULM Banjarmasin, Mansyur yang menilai kemungkinan temuan itu merupakan sambungan pipa air.
“Ada kemungkinan saluran air sambungan dari program water leding Jalan Ulin namanya dulu yang sekarang Jalan Ahmad Yani,” ucap Mansyur kepada awak media.

Mansyur menjelaskan, berdasarkan sejarah di tahun 1930, di kawasan Jalan Ulin sudah dibangun sambungan water leding. Walaupun tidak besar-besaran dan diresmikan waktu itu.

Sedangkan dugaan bahwa besi tua yang tertanam di lahan Langgar Al-Hinduan itu adalah bagian kapal uap menurutnya sangat jauh.

Mengingat dok untuk kapal Belanda tidak ada di sekitar kawasan Benteng Tatas yang kini menjadi Mesjid Raya Sabilal Muhtadin dan dok itu hanya ada di wilayah Kuin dan wilayah Sungai Jingah.

“Jadi masih sumir anggapan bahwa itu bagian kapal uap,” ujarnya.

Adapun dugaan dudukan senjata meriam menurutnya lebih memungkinkan karena lokasinya yang memang berdekatan dengan Benteng Tatas.

“Jadi ada kemungkinan itu, tapi kami masih belum memastikan karena perlu dikaji lebih lanjut,” katanya.

Namun lanjutnya, jika benda itu adalah dudukan meriam pasti ada meriam. Sama halnya jika itu adalah sambungan pipa air maka ada sambungan pipa lainnya.

Maka dari itu, perlu dikaji lebih lanjut oleh pihaknya untuk memastikan temuan benda yang dianggap bersejarah tersebut.

“Jadi ada dua kemungkinan, kalau bagian kapal uap kurang memungkinkan karena yang kita tahu lokasi sungai paling besar itu ada di Kuin,” pungkasnya.

Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

Ketua TP PKK Banjarmasin Berbagi Daging Kurban untuk Penderita Stunting

28 Mei 2026 - 02:00 WITA

Wali Kota Banjarmasin Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momentum Idul Adha 1447 H

27 Mei 2026 - 01:54 WITA

Sambut Idul Adha 1447 H, Wali Kota Banjarmasin Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Subianto Seberat 973 Kg ​

26 Mei 2026 - 01:50 WITA

Banjarmasin Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah 2026 ​

26 Mei 2026 - 01:44 WITA

Ketua Dekranasda Banjarmasin Ikuti Ladies Program APEKSI 2026 di Pontianak, Jadi Ruang Kolaborasi dan Promosi Produk Kerajinanan

24 Mei 2026 - 01:38 WITA

APEKSI, Wali Kota Yamin : Ruang Berbagi Pengalaman dan Inovasi Antar Pemerintah Kota

23 Mei 2026 - 01:28 WITA

Trending di Banjarmasin