Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 14 Apr 2023 14:08 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Penanganan Stunting Banjarmasin Terbaik Tahun ini


 Penanganan Stunting Banjarmasin Terbaik Tahun ini Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarbaru – Hanya fokus dalam pencegahan dan penanganan stunting, membuat Pemerintah Kota Banjarmasin sangat serius menangani masalah Stunting.Terlebih sebelumnya Kalsel termasuk salah satu daerah yang mendapat perhatian Presiden Jokowi dalam hal kasus stunting. Dorongan dan semangat dalam upaya konvergensi percepatan pencegahan stunting akan terus dilakukan di bawah duet kepemimpinan Ibnu Sina dan Arifin Noor. Mulai dari tahap perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan, hingga pemantauan, dan evaluasi.

Alhasil kerja keras membuahkan hasil, Kota Banjarmasin menjadi salah satu kota terbaik dalam penanganan stunting. Atas dedikasi dan kinerja baiknya tersebut Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menganugerahkan penghargaan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin.

Dua penghargaan itu diberikan langsung Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dalam acara Musrenbang Provinsi di Ruang KH Idham Chalid Pemprov Kalsel di Banjarbaru, (13/04/23). Penghargaan terbaik yang diterima langsung Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina, meliputi Terbaik Kluster Aktivitas Fisik pada Penilaian Kinerja Kab/Kota dalam Pemberdayaan Kluster GERMAS Tingkat Provinsi Kalsel tahun 2023. Tak hanya itu kota Seribu Sungai pun masuk kategori Terbaik Rembuk Stunting Sesuai Jadwal pada Penilaian Kinerja Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Kalsel.

Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mengaku sangat bersyukur dengan penghargaan yang diterima Pemerintah Kota Banjarmasin ini. Hal ini menurutnya menunjukkan ketika penanganan stunting di Banjarmasin dilakukan secara bersama, maka hasilnya bisa signifikan mencapai harapan.

“Alhamdulillah hari ini Pemerintah Kota Banjarmasin mendapat penghargaan terbaik Kluster Germas dan penanganan stunting.Tentunya ini tak hanya kerja keras Pemerintah Kota Banjarmasin namun juga dukungan semua masyarakat dan komponen lainnya di Banjarmasin,” ujar Ibnu Sina di sela-sela penyerahan penghargaan oleh Gubernur Kalsel, di Ruang KH Idham Chalid Pemprov Kalsel di Banjarbaru, Kamis (13/04/2023).

Penghargaan ini semakin melengkapi keberhasilan Banjarmasin dalam menurunkan angka stunting. Pemerintah Kota Banjarmasin sendiri baru saja merilis data yang menyebutkan Banjarmasin turun sekitar 4,5 persen yang dinilai sebagai penurunan tertinggi di Kalsel. Angka 5,4 persen sendiri merujuk dari Survey Status Gizi Indonesia (SSGI), dari Dari 27,8 persen menjadi 22,4 persen.

Sekedar diketahui dalam upaya penurunan stunting, Banjarmasin sendiri telah membentuk Tim yang disebut dengan TP2S(Tim Percepatan Penurunan Stunting) Kota Banjarmasin yang diketuai langsung Walikota Banjarmasin. Tim sendiri bekerja dalam rangka menurunkan angka stunting.

Dibalik keberhasilan menangani stunting, Pemerintah Kota Banjarmasin, telah melakukan berbagai intervensi dan inovasi. Hal ini terlihat dari perencanaan mata dalam hal penanganan yang dilakukan secara sistematis, dari dari pemetaan angka stunting, sampai dengan adanya pelayanan progam Mobil Antar Makanan Bergizi Ayo Cegah Stunting atau Mba “FoodZi” Acting. Melalui sejumlah aksi itu pula diharapkan pergerakan angka stunting di Banjarmasin terus menurun.

Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin sendiri telah melakukan intervensi spesifik (30 persen) yang meliputi Screning anemia pada remaja putri, Konsumsi tablet tambah darah remaja putri 52 tabel selama 1 tahun, Pemeriksaan kehamilan, Konsumsi tabel tambah darah pd ibu hamil minimal 90 tablet selama hamil, Pemberian makan tambahan bg bumil KEK (Kekurangan Energi Kronik) dan pemantauan tumbuh kembang anak balita.

Tak hanya itu intervensi ini juga dilakukan dengan memastikan bayi diberikan Asi Secara Eksklusif, pemberian makan tambah pada balita baik PMT bahan pabrikan yg dari Kemenkes maupun PMT bahan lokal, peningkatan cakupan imunisasi dan Promosi PHBS ( Prilaku Hidup Bersih Sehat). Tak hanya itu ada Deklarasi kelurahan ODF (buang air besar sembarangan), peningkatan kepesetaan PBI,pelaksanaan manajemen terpadu balita sakit atau MTBS, maupun setiap 6 bulan bayi dan balita mendapatkan vitamin A

“Selanjutnya ada pula tata laksana gizi buruk hingga Promosi dan konseling PMBA (Pemberian Makana Bayi Anak). Dan yang terpenting pula adalah pelaksanaan kelas bumil dan kelas ibu balita, kemudian 100 % kelurahan di kota banjarmasin sudah melaksanakan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) dan terakhir adalah memberikan informasi atau pemahaman sasaran tentang stunting melalui pelaksanaan komunikasi efektif,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, HM Ramadhan.

Sementara itu terkait penghargaan spesial di bulan Ramadan ini yang diterima Pemerintah Kota Banjarmasin, Walikota Ibnu Sina berharap hal tersebut menjadi motivasi bagi ASN dan pejabat di jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Semoga penghargaan yang kita dapatkan ini menjadi motivasi keluarga besar Pemko Banjarmasin, terutama SKPD terkait, apakah itu perilaku hidup sehat dan penanganan stunting,” harapnya.

(Diskominfotik Kota Banjarmasin/Hamdiah)

Artikel ini telah dibaca 83 kali

Baca Lainnya

Ketua TP PKK Banjarmasin Berbagi Daging Kurban untuk Penderita Stunting

28 Mei 2026 - 02:00 WITA

Wali Kota Banjarmasin Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momentum Idul Adha 1447 H

27 Mei 2026 - 01:54 WITA

Sambut Idul Adha 1447 H, Wali Kota Banjarmasin Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Subianto Seberat 973 Kg ​

26 Mei 2026 - 01:50 WITA

Banjarmasin Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah 2026 ​

26 Mei 2026 - 01:44 WITA

Ketua Dekranasda Banjarmasin Ikuti Ladies Program APEKSI 2026 di Pontianak, Jadi Ruang Kolaborasi dan Promosi Produk Kerajinanan

24 Mei 2026 - 01:38 WITA

APEKSI, Wali Kota Yamin : Ruang Berbagi Pengalaman dan Inovasi Antar Pemerintah Kota

23 Mei 2026 - 01:28 WITA

Trending di Banjarmasin