Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 11 Feb 2026 23:07 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Pemko Banjarmasin Bawa Layanan KB ‘Jemput Bola’ ke Ruang Publik


 Pemko Banjarmasin Bawa Layanan KB ‘Jemput Bola’ ke Ruang Publik Perbesar

terasbanua.com, BANJARMASIN — Pola lama pelayanan Keluarga Berencana (KB) yang pasif dinilai tak lagi relevan dengan dinamika masyarakat perkotaan.

Pemerintah Kota Banjarmasin mulai menggeser pendekatan dengan membawa layanan langsung ke ruang publik, agar akses kesehatan reproduksi tak terhambat jarak, waktu, maupun stigma.
Langkah ini menjadi penanda keseriusan pemerintah menjawab kebutuhan keluarga, terutama kelompok rentan yang selama ini sulit menjangkau fasilitas kesehatan.

Pendekatan tersebut terlihat saat Ketua TP Posyandu sekaligus Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Neli Listriani, meninjau langsung pelayanan KB di Taman Terbuka Hijau RPTRA Banua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Selasa (10/02/2026).

Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan dan dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Farah Adibah, sebagai bentuk sinergi lintas level pemerintahan dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan reproduksi.

“Pelayanan KB tidak boleh menunggu warga datang. Pemerintah harus hadir lebih dekat, memastikan setiap keluarga mendapat akses, informasi, dan pendampingan yang layak,” tegas Neli.
Menurutnya, keterbatasan waktu, jarak, dan antrean kerap menjadi penghalang utama warga mengikuti program KB, meski kebutuhan dan kesadaran sudah ada.

Melalui layanan jemput bola di ruang publik, warga dapat mengakses berbagai metode kontrasepsi seperti pil, suntik, implan, IUD, kondom, serta konsultasi langsung dengan tenaga medis.
Model ini dinilai efektif karena memanfaatkan kekuatan kolaborasi antara pemerintah kota, kader, dan BKKBN, sekaligus menjawab kelemahan sistem layanan konvensional yang kerap kurang fleksibel bagi masyarakat perkotaan dengan mobilitas tinggi.

Namun demikian, tantangan masih ada. Minimnya literasi kesehatan reproduksi dan anggapan bahwa KB adalah isu privat berpotensi menghambat partisipasi warga.

Di sisi lain, tingginya aktivitas masyarakat di ruang terbuka justru membuka peluang besar bagi pemerintah untuk melakukan edukasi langsung, persuasif, dan berkelanjutan.
“Di sini warga bisa bertanya, berdiskusi, dan memilih metode sesuai kondisi kesehatannya tanpa rasa sungkan,” ujar Neli.

Sebagai solusi jangka panjang, TP PKK bersama BKKBN akan memperluas layanan serupa ke kecamatan lain, memperkuat edukasi berbasis komunitas, serta meningkatkan kapasitas kader agar mampu menjadi ujung tombak informasi yang akurat.

“Ini bukan semata soal kontrasepsi, tetapi tentang kesiapan keluarga fisik, mental, dan ekonomi yang akan menentukan kualitas generasi Banjarmasin ke depan,” tutup Neli.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Rakortas dengan Menko Pangan dan Menteri LH, Wali Kota: Pemko Banjarmasin Siap Jadi Percontohan Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

31 Maret 2026 - 22:47 WITA

Wali Kota HM Yamin Desak Camat-Lurah Aktif Monitor Pemilahan Sampah

30 Maret 2026 - 23:08 WITA

Wali Kota Banjarmasin Pimpin Rapat Pembentukan Panitia Hari Jadi ke-500

28 Maret 2026 - 23:18 WITA

Gandeng TNI melalui TMMD, Wali Kota Yamin Targetkan Revitalisasi Jembatan Vital di Pinggiran Banjarmasin

27 Maret 2026 - 23:21 WITA

Wali Kota Banjarmasin Lantik 7 Pejabat Tinggi Pratama

26 Maret 2026 - 23:27 WITA

Wali Kota Banjarmasin Tinjau Progres Pembangunan Kopdes Merah Putih, Dorong Ekonomi Warga

26 Maret 2026 - 23:14 WITA

Trending di Banjarmasin