terasbanua.my.id, Barabai – Pemerataan pembangunan terus diupayakan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Pemkab HST).
Pemerataan pembangunan yang dimaksud yakni, progran bedah rumah dalam menangani Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Mulai dari kota sampai pelosok desa yang didistribusikan secara merata di HST.
Secara keseluruhan, bedah rumah pada 2024 ini sebanyak 335 unit yang tersebar pada semua kecamatan di HST. Rinciannya, 265 unit di luar kawasan kumuh dan 70 unit berada di kawasan kumuh.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) HST, Sa’dianoor melalui Kepala Bidang (Kabid) Perkim, Nydia Damayanti menjelaskan, untuk salah satu realisasi di daerah terujung yakni di Dusun Awang Landas, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU).
Ia menjelaskan, meski pemukimannya berada di atas perairan rawa, tahun ini sebanyak dua unit rumah telah direalisasi bedah rumahnya. Progresnya pun telah rampung dan tampak berdiri kokoh.
“Alhamdulillah, tahun ini rumah milik Pak Mail (64) dan Pak Alui (74) di Dusun Awang Landas bisa direalisasi. Kedunya hanya berprofesi sebagai nelayan dan memang secara kriteria bisa masuk dalam program ini,” papar Nydia, Jumat (24/10/2024).
Nydia menyebut penuh perjuangan dan ada berbagai tantangan untuk merealisasikan di salah satu daerah terujung HST tersebut. Utamanya, jarak tempuh yang cukup jauh, di tambah transportasi harus menggunakan transportasi air.
“Karena wilayah perairan rawa, jadi tidak ada akses menggunakan transportasi darat. Mobilisasi bahan bangunan juga cukup sulit, begitu juga pada saat melakukan monitoring,” aku Nydia.
Tantangan lainnya soal komunikasi karena penerima bantuan tidak memiliki HP. Kemudian, karena di daerah rawa bangunan juga berbentuk panggung struktur kayu yang mengakibatkan banyak memerlukan bahan kayu ulin pada struktur bawah atau pondasinya.
“Meski begitu, kami bersyukur bisa merampungkan dengan berkolaborasi pihak Pemerintah Desa Sungai Buluh bersama berbagai pihak lainnya,” tutup Nydia.
Reporter: HN Lazuardi






