Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Hulu Sungai Tengah · 25 Okt 2024 14:02 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Pemerataan Pembangunan, Begini Upaya Pemkab HST


 Pemerataan Pembangunan, Begini Upaya Pemkab HST Perbesar

terasbanua.my.id, Barabai – Pemerataan pembangunan terus diupayakan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Pemkab HST).

Pemerataan pembangunan yang dimaksud yakni, progran bedah rumah dalam menangani Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Mulai dari kota sampai pelosok desa yang didistribusikan secara merata di HST.

Secara keseluruhan, bedah rumah pada 2024 ini sebanyak 335 unit yang tersebar pada semua kecamatan di HST. Rinciannya, 265 unit di luar kawasan kumuh dan 70 unit berada di kawasan kumuh.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) HST, Sa’dianoor melalui Kepala Bidang (Kabid) Perkim, Nydia Damayanti menjelaskan, untuk salah satu realisasi di daerah terujung yakni di Dusun Awang Landas, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU).

Ia menjelaskan, meski pemukimannya berada di atas perairan rawa, tahun ini sebanyak dua unit rumah telah direalisasi bedah rumahnya. Progresnya pun telah rampung dan tampak berdiri kokoh.

“Alhamdulillah, tahun ini rumah milik Pak Mail (64) dan Pak Alui (74) di Dusun Awang Landas bisa direalisasi. Kedunya hanya berprofesi sebagai nelayan dan memang secara kriteria bisa masuk dalam program ini,” papar Nydia, Jumat (24/10/2024).

Nydia menyebut penuh perjuangan dan ada berbagai tantangan untuk merealisasikan di salah satu daerah terujung HST tersebut. Utamanya, jarak tempuh yang cukup jauh, di tambah transportasi harus menggunakan transportasi air.

“Karena wilayah perairan rawa, jadi tidak ada akses menggunakan transportasi darat. Mobilisasi bahan bangunan juga cukup sulit, begitu juga pada saat melakukan monitoring,” aku Nydia.

Tantangan lainnya soal komunikasi karena penerima bantuan tidak memiliki HP. Kemudian, karena di daerah rawa bangunan juga berbentuk panggung struktur kayu yang mengakibatkan banyak memerlukan bahan kayu ulin pada struktur bawah atau pondasinya.

“Meski begitu, kami bersyukur bisa merampungkan dengan berkolaborasi pihak Pemerintah Desa Sungai Buluh bersama berbagai pihak lainnya,” tutup Nydia.

Reporter: HN Lazuardi

Artikel ini telah dibaca 51 kali

Baca Lainnya

Ke RSHD Barabai, Ombudsman Tegas Soal Pelayanan Publik

4 September 2025 - 20:06 WITA

RSHD Barabai Kembali Gandeng Kejaksaan HST

7 Agustus 2025 - 17:06 WITA

RSHD Berikan Dukungan Medis ke Rutan Barabai

6 Agustus 2025 - 16:59 WITA

RSHD Barabai Gelar Pelatihan Emergency

14 Juli 2025 - 16:53 WITA

Komisi I DPRD HST Sidak ke RSHD Barabai

12 Juni 2025 - 16:46 WITA

RSHD Barabai Gandeng Lazismu HST Kelola ZIS, Simak Manfaatnya!

16 Mei 2025 - 16:39 WITA

Trending di Hulu Sungai Tengah