terasbanua.my.id, Banjarmasin – Persoalan pencegahan stunting terus jadi perhatian serius pemerintah hingga saat ini.
Dalam hal itu, salah satu program pengendaliannya adalah Sosialisasi Kependudukan yang mana dilaksanakan di lingkungan sekolah.
Sosialisasi Kependudukan ke sekolah itu sendiri merupakan program milik Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI. Dimana kali ini, program itu dilaksanakan di SMPN 6 Banjarmasin.
Diketahui sebelumnya, SMPN 6 Banjarmasin merupakan salah satu dari tujuh Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang ada di Kota Banjarmasin.
Menurut Direktur Kerjasama Pendidikan Kependudukan BKKBN RI, Dr Edi Setiawan pentingnya sosialisasi kependudukan itu agar bisa mengawal generasi muda dalam menghadapi persoalan kependudukan.
“Dimana saat ini yang paling viral itu masalah stunting. Maka dari itu, nantinya SSK akan mencetuskan program pelajar penting yakni pelajar peduli stunting,” katanya.
Tak dipungkirinya, dalam menjalankan program sosialisasi kependudukan masih terkendala karena belum banyak sekolah mengetahui program tersebut.
Ia pun berharap kota Banjarmasin bisa menjadi Center of Excellent bagi kabupaten/kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk mengimplementasikan SSK.
Adapun persoalan stunting salah satunya adalah pernikahan dini. Dalam hal itu, penanganannya ialah memberikan sosialisasi kependudukan kepada anak usia dini.
Dimana menurutnya, pemberian sosialisasi anak di jenjang SMP sangat tepat. Pasalnya, di usia itu sangat rentan terjadi persoalan kependudukan seperti kenakalan remaja, seks bebas, pengunaan obat terlarang seperti narkoba, terutama pernikahan dini sangat.
“Memberikan edukasi kepada remaja sejak dini maka di level SMP yang paling tepat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala BKKBN Kalsel, Ramlan berharap melalui sosialisasi kependudukan di SKK itu anak-anak terutama peserta didik bisa peduli terhadap isu permasalahan kependudukan.
“Karena penting. Diharapkan persoalan kependudukan itu bisa dihadapi dengan bijak oleh anak hingga dewasa,” ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pengendalian, Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin, Helfian Noor menuturkan kegiatan sosialisasi kependudukan ini bisa diintegrasikan sekolah lainnya. Tidak hanya sekolah berstatus SSK saja.
“Mereka bisa ikut melaksanakan sosialisasi dalam hal upaya menangani persoalan kependudukan,” ujarnya.
Dimana menurutnya, materi sosialisasi kependudukan sendiri bertujuan baik bagi anak untuk melindungi mereka dari persoalan kependudukan seperti pernikahan dini yang beresiko stunting, kekerasan terhadap anak dan persoalan lainnya.
“Maka dari itu, kegiatan ini sangat penting untuk upaya pencegahan,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah







