terasbanua.my.id, Barabai – Pembangunan IGD Terpadu RSUD H Damanhuri Barabai masuk tahap pemasangan konstruksi fisik tiang pancang atau Groundbreaking.
Secara keseluruhan, total biaya pembangunan mencapai Rp125 miliar. Dilaksanakan secara bertahap hingga hasilnya IGD itu akan berdiri 4 lantai.
Bupati HST, H Aulia Oktafiandi menilai pembangunan IGD itu penting. Sebab rumah sakit yang sering disingkat dengan RSHD Barabai itu tinggi kunjungan masyarakatnya.
Selain memiliki penduduk yg paling banyak di HST, letak rumah sakit juga strategis.
“RSHD Barabai jadi rujukan. Karena itu, Pemkab HST mendorong, menciptakan fasilitas yang bisa menampung kebutuhan dasar, yakni kesehatan dan urusan gawat darurat,” kata Aulia usai peletakkan groundbreaking pertama tiang pancang di lokasi bangunan IGD RSHD Barabai, Jumat (28/10/2023).
Pembangunan IGD itu, kata Aulia bentuk keseriusan Pemkab HST meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kunci kesejahteraan umum adalah fasilitas kesehatan yang bisa mengayomi mereka. Karena nyawa itu tidak murah. Ini prinsipnya negara berkembang. Satu nyawa lebih penting dari hal-hal lainnya,” papar Aulia.
Hal penting lainnya, lanjut Aulia menyebut IGD terpadu nantinya menjadi rujukan dari kabupaten-kabupaten tetangga.
“Inilah hasil audiensi kita ke Kemenkes. Yang saya tahu, kita terbanyak kedua mendapatkan bantuan dana. Pertama ada Provinsi Kalsel,” tutup Aulia.
Direktur RSHD Barabai, Dokter Nanda Sujud Andi Yudha Utama menyebut dan pembangunan IGD itu menggunakan dana BLUD dan APBD HST serta dari Kemenkes RI.
Dia merincikan, pembiayaan pembangunan menggunakan dana BLUD rumah sakit sebesar Rp10-15 miliar pada 2023. Sementara pada 2024 nanti menggunakan APBD HST sebesar Rp50 miliar ditambah bantuan dari APBN sebesar Rp50 miliar.
“Untuk tahap pertama nilai kontrak Rp5,5 miliat. Target selesai akhir tahun ini,” kata dokter bedah itu.

IGD itu dikonsep memiliki 4 lantai dengan fasilitas kesehatan lengkap. Di lantai pertama ada ruang IGD, lantai kedua instalasi laboratorium mulai dari patologi klinik, anatomi sampai mikro biologi.
Di lantai tiga ruang intensive care disertai cath lab. Untuk lantai empat yakni ruang operasi.
“Sesuai amanah Kementerian Kesehatan, ruang operasi ini juga harus mensupport sampai operasi jantung terbuka,” terang Nanda.
Nanda menambahkan, pembangunan IGD terpadu ini mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan setelah Bupati HST, H Aulia Oktafiandi dan Sekda H Muhammad Yani beberapa kali melakukan audiensi dengan kementerian kesehatan.
“Alhamdulillah RSHD disupport penuh untuk melakukan transformasi pelayanan kesehatan. Ini juga tidak lepas dari kerja sama dengan pemerintah daerah,” tambahnya.
Kementerian Kesehatan juga mengapresiasi Pemkab HST karena ikut ambil bagian untuk mendukung pembangunan RSHD.
“Sehingga pembiayaan beberapa pembangunan yang akan datang ini adalah kolaborasi antara pemkab dan kemenkes,” tutup Nanda.
Reporter: HN Lazuardi






