terasbanua.my.id, Barabai – Proses pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Terpadu Rumah Sakit Umum H Damanhuri Barabai atau RSHD memasuki tahap 2 pada 2024 ini.
Pada pembangunan tahap kedua IGD, pihak RSHD menggandeng pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Hulu Sungai Tengah (HST).
Ekspose pun sudah dilangsungkan untuk pendampingan hukum (legal assistance) terhadap kegiatan pelaksanaan proyek strategis dan prioritas itu.
Baru-baru tadi pihak RSHD, langsung dipimpin Direktur Dokter Nanda Sujud Andi Yudha Utama mengekspose rencana pembangunan tahap dua.
“Baik ekspose pembangunan sebelumnya maupun yang tahap dua itu sudah dilakukan di Kejaksaan, pada Rabu tadi,” kata Dokter Spesialis Bedah itu, Senin (29/4/2024).
Saat ekspos di kejaksaan Nanda memaparkan tentang tahapan-tahapan pembangunan IGD Terpadu yang sudah berjalan. Termasuk pembangunan tahap kedua ke depannya.
Karena proses pembangunan IGD Terpadu tahap satu sudah terlaksana, kata Nanda, kedatangannya ke kejaksaan memohon kembali pendampingan untuk proses tahap dua. Hal itu dilakukan agar tahap kedua itu bisa terlaksana sesuai aturan yang berlaku.
“Mengingat pembangunan itu merupakan program proritas RSHD, jadi kami memohon pendampingan. Hal ini juga berdampak untuk pelayanan di RSHD Barabai,” tegas Nanda.
Kedatangan pihak RSHD mengekspose sekaligus memohon pendampingan itu disambut baik Kajari HST, Yusup Darmaputra serta pejabat struktural lainnya.
IGD Terpadu yang mulai dibangun 2023 tadi memilik 4 lantai. Termasuk peralatan medis lengkap.
Di lantai pertama ada ruang IGD, lantai kedua instalasi laboratorium mulai dari patologi klinik, anatomi sampai mikro biologi.
Di lantai tiga ruang intensive care disertai cath lab. Dan lantai empat ruang operasi.
Nanda menambahkan pembangunan IGD terpadu ini mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan setelah Bupati HST, H Aulia Oktafiandi dan Sekda H Muhammad Yani beberapa kali melakukan audiensi dengan kementerian kesehatan.
“Alhamdulillah RSHD disupport penuh untuk melakukan transformasi pelayanan kesehatan. Ini juga tidak lepas dari kerja sama dengan pemerintah daerah,” tambahnya.
Kementerian Kesehatan juga mengapresiasi Pemkab HST karena ikut ambil bagian untuk mendukung pembangunan RSHD.
“Sehingga pembiayaan beberapa pembangunan yang akan datang ini adalah kolaborasi antara pemkab dan kemenskes,” tambahnya.
Pembangunan ini menggunakan dana BLUD rumah sakit sebesar Rp 10-15 miliar di tahun 2023. Dan untuk tahun 2024 menggunakan APBD HST sebesar Rp 50 miliar ditambah bantuan dari APBN sebesar Rp 50 miliar.
Reporter: HN Lazuardi






