terasbanua.my.id, Banjarmasin – Kawasan Pasar Kuripan bakal terimbas dalam proyek normalisasi sungai yang kembali dilanjutkan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin tahun 2023 ini.
Untuk itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin akan melakukan pemeliharaan terhadap Pasar Kuripan di tahun ini juga bersamaan dengan dua pasar lainnya yakni Pasar Rawa Sari dan Pasar Jahri Saleh.
“Mengingat pasar kuripan masuk dalam penataan kawasan. Rencananya 9 meter tapi akan kami sesuaikan sekitar 14-15 meter bangunan blok terakhir yang akan di roboh di samping badan jalan,” ucap Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar kepada terasbanua.my.id, Kamis (22/6/2023).
Sejauh ini lanjut Tezar sapaan akrabnya, pihaknya sudah melakukan sosialisasi secara langsung kepada sejumlah pedagang pasar.
Selain itu, pihaknya sudah menyiapkan beberapa opsi kepada pedagang pasar selama berlangsungnya penataan nanti.
“Kepada pedagang yang terimbas dari penataan itu nantinya akan kita tempatkan di kios-kios kosong,” tuturnya.
Ia memperkirakan kios yang akan terdampak dalam program strategis milik Pemko Banjarmasin itu mencapai puluhan.
Di samping itu, meski masuk dalam penataan kawasan normalisasi sungai. Namun untuk perombakan pada pasar tetap diserahkan kepada Disperdagin Kota Banjarmasin sendiri.
Pasalnya, dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin dibantu oleh Kementerian PUPR hanya melakukan penataan terhadap sungai di sepanjang kawasan Jalan Veteran saja.
“Info dari rapat terakhir di Balai Sungai, dinas kita yang lakukan. Jadi mau tidak mau karena belum kita masukan dianggaran murni di tahun 2023 jadi mungkin akan kita anggarkan di perubahan 2023. Semoga didukung semua pihak,” pungkasnya.
Sebelumnya diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadyah proyek itu sudah mulai berjalan dan memasuki tahap pemantapan pembebasan lahan.
“Ada tiga kawasan yang akan kita lakukan pembebasan lahan. Namun tahun ini kita fokus di kawasan Veteran,” tuturnya.
Di kawasan Veteran sendiri lanjutnya, ada sekitar 20 persil atau sekitar 230 meter yang bakal dilakukan pembebasan lahan dengan anggaran sekitar Rp. 33 miliar.
“Kita hanya menyediakan lahan dan lokasinya saja, Kementerian PUPR yang bantu jalankan program normalisasi sungai itu,” tutupnya.
Hamdiah/rie
Foto. Hamdiah






