Menu ✖

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Hulu Sungai Tengah · 9 Jul 2023 19:18 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Pandangan Cheri, Gulma Jadi Peningkat Taraf Hidup Warga HST


 Pandangan Cheri, Gulma Jadi Peningkat Taraf Hidup Warga HST Perbesar

terasbanua.my.id, Barabai – Kerajinan eceng gondok terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di Kemenikbud RI sejak 2013 dan 2014.

Seni menganyam tumbuhan liar yang mengapung di air itu, terdaftar sebagai WBTB di Jawa Tengah. Dua pusat pengarjin terbesar di sana, Kebumen dan Demak Kabupaten Semarang.

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Hulu Sungai Tengah (HST) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), mencoba memanfaatkan tanaman itu.

Baru-baru tadi, Dekranasda HST memberikan pelatihan membuat karya seni ‘diversifikasi’ eceng gondok.

Mereka yang diberi pelatihan adalah masyarakat yang berada di sekitar wilayah sungai atau rawa di HST. Tepatnya di Desa Banua Kupang Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU).

Sejatinya, ada pengrajin yang telah merintis usaha dari tumbuhan gulma itu. Mereka tergabung di dalam Dekransda HST.

Ketua Dekranasda HST, Cheri Bayuni Budjang menyebut pemikiran masyarakat harus diubah terhadap tumbuhan gulma itu.

“Eceng gondok bukan tumbuhan pengganggu,” kata Cheri, Sabtu (8/7/2023).
Nyatanya, keberadaan flora satu itu berdampak buruk pada sektor perikanan, pariwisata maupun sungai itu sendiri. Gulma satu itu mempercepat laju sedimentasi dan pengurangan air.

Sekalipun demikian, Cheri memberi pandangan lain. Tumbuhan itu memiliki nilai jual yang tinggi,.

“Dapat dijadikan kerajinan tangan ‘handycraft’ yang unik dan memiliki seni tinggi,” kata istri Bupati HST, H Aulia Oktafiandi itu.

Ya, bahan baku dari eceng gondok ini dapat dibuat kerajinan. Misalnya saja, berbagai barang funsional dan kebutuhan, seperti sepatu, tas, pakanan, industri hingga pelestarian alam.

Karena itu, Cheri menekankan dengan pelatihan deversifikasi yang digelar, peserta mendapat ilmu. Terutama memanfaatkan eceng gondok.

“Juga terciptanya IKM handal dan lapangan kerja baru yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarkat,” tegas Cheri.

Pandangan Ketua Dekranasda itu diamini Plt Kepala Dinas Perdagangan, Rapinorrahman. Dia berjanji memberi dukungan kepada para pengrajin eceng gondok di HST.

“Salah satunya mengikut sertakan IKM pada acara bazar maupun pameran. Dengan demikian dapat maju dan berkembang serta dapat bersaing dengan pengrajin dari daerah lain,” kata Rapim.

Selain dapat meningkatkan inovasi dan keterampilan, Rapi menilai kerajinan dari tumbuhan gulma itu bisa menyejahterakan masyarakat.

“Khususnya di bidang kerajinan,” tutup Rapi.

Reporter: HN Lazuardi/ rie

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya

Ke RSHD Barabai, Ombudsman Tegas Soal Pelayanan Publik

4 September 2025 - 20:06 WITA

RSHD Barabai Kembali Gandeng Kejaksaan HST

7 Agustus 2025 - 17:06 WITA

RSHD Berikan Dukungan Medis ke Rutan Barabai

6 Agustus 2025 - 16:59 WITA

RSHD Barabai Gelar Pelatihan Emergency

14 Juli 2025 - 16:53 WITA

Komisi I DPRD HST Sidak ke RSHD Barabai

12 Juni 2025 - 16:46 WITA

RSHD Barabai Gandeng Lazismu HST Kelola ZIS, Simak Manfaatnya!

16 Mei 2025 - 16:39 WITA

Trending di Hulu Sungai Tengah