terasbanua.my.id, Banjarmasin – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1444 H, ketersediaan sapi untuk daging kurban meningkat drastis jika dibandingkan tahun 2022 lalu.
Tentunya peningkatan tersebut seiring dengan tingginya permintaan masyarakat untuk berkurban tahun ini.
Kepala Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Banjarmasin, Agus Siswadi mengatakan meski tiga pekan lagi. Namun permintaan sapi kurban sudah banyak.
“Kemungkinan mendekati hari raya nanti makin banyak lagi,” ucap Agus kepada terasbanua.my.id usai menemani meninjau ketersedian sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) di Jalan Tembus Mantuil, Keluruhan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Rabu (7/6/2023).
Menurut Agus tahun lalu permintaan sapi kurban juga cukup tinggi, namun karena adanya penyebaran virus Penyakit Mulut Kaki (PMK) membuat ketersediaan terbatas yang disebabkan pengiriman dari daerah pemasok juga terbatas.
Hal itu membuat permintaan masyarakat akan hewan kurban tahun lalu tidak bisa terpenuhi sepenuhnya, lantaran keterbatasan sapi yang tersedia. Di samping harganya yang juga melonjak naik sejak PMK menyerang.
“Namun sekarang tidak seketat dan terbatas seperti dulu. Makanya ketersediaan kita ada banyak,” katanya.
Sementara, ketersediaan sapi di RPH Basirih kebanyakan berasal dari Madura, Kupang, dan Bima yang memang menjadi daerah pemasok hewan ternak sapi langganan para juragan sapi di Kota Banjarmasin.
Ditambahkannya, tahun ini harga sapi kurban mengalami kenaikan harga dari tahun lalu, dikisaran Rp. 2 juta hingga Rp. 3 juta per ekornya.
“Ya kenaikan sudah terjadi dari pemasok. Namun kenaikan masih terbilang normal apalagi jelang kurban. Dibandingkan tahun lalu meroket sekali harganya,” akhirnya.
Salah satu juragan sapi di RPH Basirih, Yamin mengaku menghadapi permintaandi Hari Raya Idul Adha tahun dirinya sudah mempersiapkan sekitar 2.900 ekor sapi untuk kurban.
“2.900 itu untuk pengiriman 6 kali kapal, secara bertahap dikirim dan malam ini mulai bersandar kapalnya,” tuturnya.
Tak dipungkirinya, meski masih lama waktunya permintaan pesanan sapi kurban sudah membludak bahkan mencapai 60 persen.
“Tahun ini meningkat drastis menurut saya,” ungkapnya.
Sapi yang ia jual beragam jenis, mulai dari sapi Madura, sapi Bima, dan sapi Mupang yang harga jualnya juga bervariasi tergantung berat dan jenisnya.
Untuk sapi besar atau sapi limosin asal Madura itu dijual dengan harga mencapai Rp. 45 juta per ekor.
Sedangkan sapi kecil seperti sapi Kupang dengan berat sedang itu harganya di kisaran Rp. 18 juta hingga Rp. 19 juta per ekornya.
Sedangkan untuk permintaan hewan kurban, biasanya lebih banyak pada jenis sapi Kupang yang memang harganya cukup standar.
“Hewan kurban yang banyak permintaan itu sapi kupang,” ujarnya.
Tak menutup kemungkinan lanjutnya, harga sapi akan mengalami kenaikan seiring dengan permintaan yang sudah ramai saat ini meski masih tiga pekan lagi.
“Nanti bisa naik lagi harganya karena sudah mulai ramai pesanan ini,” akhirnya.
Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah






