terasbanua.my.id, Banjarmasin – Selama tahun 2023 kasus rabies mengalami peningkatan, tercatat ada sebanyak 234 kasus rabies yang tersebar di 10 daerah di Indonesia.
10 provinsi yang mencatat kasus rabies itu yakni Bali, Jambi, Kalimantan Selatan, Lampung, NTB, NTT, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sumatera Utara.
Dari 10 daerah tersebut 2 daerah diantaranya sudah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) yakni kedua kabupaten itu berada di wilayah NTT yakni Kabupaten Sikka dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Kondisi tersebut pun turut menjadi atensi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin. Meski hingga saat ini masih belum ditemukan kasus rabies di Kota Seribu Sungai.
“Dari awal tahun sampai sekarang masih belum ada laporan terkait kasus rabies,” ucap Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadan baru-baru tadi saat dihubungi salah satu awak media.
Antisipasi yang telah dilakukan pihaknya terhadap virus rabies itu adalah dengan dibentuknya lima puskesmas center rabies sejak tahun lalu.
Lima puskesmas center itu sendiri merupakan perwakilan di masing-masing kecamatan dan tentunya sudah dibekali dengan vaksin rabies.
Dimana puskesmas center itu akan melakukan tindakan profilaksis atau pencegahan infeksi dengan obat kepada korban yang terkena gigitan atau cakaran dari hewan yang terduga infeksi rabies.
Lima puskesmas center rabies itu yakni Puskesmas Kuin Raya Banjarmasin Barat, Puskesmas Cempaka Banjarmasin Tengah, Puskesmas Terminal Banjarmasin Timur, Puskesmas Baru Banjarmasin Selatan dan Puskesmas Sungai Jingah Banjarmasin Utara.
“Selain puskesmas center ada satu Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Suriansyah untuk rujukan medis dari kasus rabies tersebut,” tuturnya.
Sementara itu secara terpisah, Kepala Seksi Medik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, drh Anang Dwijatmiko menyampaikan bahwa pihaknya rutin melakukan giat vaksinasi hewan peliharaan.
Tentunya pemeriksaan rutin dilakukan pihaknya, tak terkecuali hewan lepas yang dianggap mengganggu masyarakat akan ditindaklanjuti.
“Di Agustus nanti kami akan lakukan kembali pemeriksaan dan pemberian vaksinasi hewan peliharaan,” akhirnya.
Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah






