Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 4 Jul 2023 20:49 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Meski Belum Ada Temuan Kasus, Banjarmasin Tetap Siagakan Antisipasi Rabies


 Ilustrasi Anjing salah satu hewan yang sering terinfeksi virus rabies dan bisa menularkan ke manusia. (Istimewa). Perbesar

Ilustrasi Anjing salah satu hewan yang sering terinfeksi virus rabies dan bisa menularkan ke manusia. (Istimewa).

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Selama tahun 2023 kasus rabies mengalami peningkatan, tercatat ada sebanyak 234 kasus rabies yang tersebar di 10 daerah di Indonesia.

10 provinsi yang mencatat kasus rabies itu yakni Bali, Jambi, Kalimantan Selatan, Lampung, NTB, NTT, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sumatera Utara.

Dari 10 daerah tersebut 2 daerah diantaranya sudah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) yakni kedua kabupaten itu berada di wilayah NTT yakni Kabupaten Sikka dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Kondisi tersebut pun turut menjadi atensi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin. Meski hingga saat ini masih belum ditemukan kasus rabies di Kota Seribu Sungai.

“Dari awal tahun sampai sekarang masih belum ada laporan terkait kasus rabies,” ucap Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadan baru-baru tadi saat dihubungi salah satu awak media.

Antisipasi yang telah dilakukan pihaknya terhadap virus rabies itu adalah dengan dibentuknya lima puskesmas center rabies sejak tahun lalu.

Lima puskesmas center itu sendiri merupakan perwakilan di masing-masing kecamatan dan tentunya sudah dibekali dengan vaksin rabies.

Dimana puskesmas center itu akan melakukan tindakan profilaksis atau pencegahan infeksi dengan obat kepada korban yang terkena gigitan atau cakaran dari hewan yang terduga infeksi rabies.

Lima puskesmas center rabies itu yakni Puskesmas Kuin  Raya Banjarmasin Barat, Puskesmas Cempaka Banjarmasin Tengah, Puskesmas Terminal Banjarmasin Timur, Puskesmas Baru Banjarmasin Selatan dan Puskesmas Sungai Jingah Banjarmasin Utara.

“Selain puskesmas center ada satu Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Suriansyah untuk rujukan medis dari kasus rabies tersebut,” tuturnya.
Sementara itu secara terpisah, Kepala Seksi Medik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, drh Anang Dwijatmiko menyampaikan bahwa pihaknya rutin melakukan giat vaksinasi hewan peliharaan.

Tentunya pemeriksaan rutin dilakukan pihaknya, tak terkecuali hewan lepas yang dianggap mengganggu masyarakat akan ditindaklanjuti.

“Di Agustus nanti kami akan lakukan kembali pemeriksaan dan pemberian vaksinasi hewan peliharaan,” akhirnya.

Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Ketua TP PKK Banjarmasin Berbagi Daging Kurban untuk Penderita Stunting

28 Mei 2026 - 02:00 WITA

Wali Kota Banjarmasin Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momentum Idul Adha 1447 H

27 Mei 2026 - 01:54 WITA

Sambut Idul Adha 1447 H, Wali Kota Banjarmasin Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Subianto Seberat 973 Kg ​

26 Mei 2026 - 01:50 WITA

Banjarmasin Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah 2026 ​

26 Mei 2026 - 01:44 WITA

Ketua Dekranasda Banjarmasin Ikuti Ladies Program APEKSI 2026 di Pontianak, Jadi Ruang Kolaborasi dan Promosi Produk Kerajinanan

24 Mei 2026 - 01:38 WITA

APEKSI, Wali Kota Yamin : Ruang Berbagi Pengalaman dan Inovasi Antar Pemerintah Kota

23 Mei 2026 - 01:28 WITA

Trending di Banjarmasin