terasbanua.my.id, Barabai – Angka stunting di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menurun drastis. Angkanya bahkan melebihi dari target nasional.
Berdasarkan hasil survey kesehatan Indonesia pada 2023, angka stunting di HST menurun drastis. Pada 2022, HST masuk peringkat tertinggi dari 13 kabupaten/kota se Kalimantan Selatan (Kalsel) pada urutan ke 12 dengan persentase 30,01.
Sementara pada 2023, HST menduduki peringkat ke dua atau stunting terendah dengan 13 persen. Artinya berhasil menekan angka stunting dalam setahun terakhir.
Bahkan angka itu jauh dari target nasional sebesar 14 persen pada 2024 ini.
“Artinya HST sudah berhasil mencapai target,” kata Bupati HST, H Aulia Oktafiandi, Jumat (26/4/2024).
Meski begitu, Bupati Aulia tak terlena dengan penurunan angka stunting itu. Kata dia, Pemkab HST tidak akan mengurangi intervensi.
“Justru lebih intensif lagi untuk terus mengurangi angka stunting ini, hingga nol. Ini tantangan untuk kita semua, selaku kepala pemerintah daerah, saya akan selalu memfasilitasi semua yang dibutuhkan untuk menurunkan angka stunting,” tegas Aulia.
Atas capaian saat ini, Bupati Aulia mengapresiasi semua pihak yang berkontribusi atas penurunan angka stunting itu. Terlebih Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial PPKB PPPA HST serta timnya yang mengomandoi percepatan penurunan angka stunting.
“Dengan bekerjasama di seluruh lini, saya yakin kita bisa menjadi yang terbaik bukan hanya di Kalsel akan tetapi juga di tingkat Nasional nantinya,” tutup Aulia.
Soal hasil survey itu, Kepala Dinkes HST, Dokter Desfi Delfiana Fahmi mengatakan Kemenkes telah meriis melalui Survey Kesehatan Nasional (SKI) Tahun 2023. Disebut dan tertera angka stunting HST menurun sangat signifikan
“Alhamdulillah HST mengalami penurunan stunting yang sangat signifikan Tahun 2023 angka prevalensi stunting 13% peringkat ke dua terendah se- Kalsel,” kata Desfi.
Desfi menegaskan pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi dari semua pihak. Sebagai wujud komitmen yang kuat dari Bupati HST.
“Untuk menjadikan SDM HST yang unggul, anak-anak Bumi Murakata yang sehat dan cerdas untuk mencapai visi Indonesia emas tahun 2025,” tutup Desfi.
Reporter: HN Lazuardi






