terasbanua.co.id, Barabai – Wajah baru Lapangan Dwi Warna Barabai yang telah selesai direnovasi menjadi daya tarik bagi warga Bumi Murakata.
Rehabilitasi RTH Lapangan Dwi Warna Barabai yang menelan biaya Rp4,3 miliar lebih itu makin ramai dikunjungi masyarakat. Mengapa tidak, tempat untuk joging track, kursi, lantai kramik serta lampu-lampu termasuk tulisan Dwi Warna dipercantik tanpa mengubah keasrian lapangan sebelumnya.
Momen itu dimanfaatkan para pegiat olahraga rekreasi masyarakat dari Persatuan Balogo Seluruh Indonesia (PORGOSI) Hulu Sungai Tengah (HST). Mereka memanfaatkan lokasi itu untuk mengenalkan permainan tradisional itu di Dwi Warna.
Dengan ‘meurak’ atau menggelar karpet, para pegiat balogo memainkan permainan tradisional itu. Tak jarang mereka juga mempsrsilahkan warga yang ingin mencoba permainan balogo.
“Salah satu upaya kami memasyarakatkan olahraga tradisional balogo di HST,” kata Ketua PORGOSI HST, Wahyudi Rahmad, Rabu (17/1/2023).
PORGOSI menilai, kegiatan itu juga bisa memberikan nostalgia bagi warga Murakata yang mungkin pada waktu kecil biasa bermain logo.

Tidak hanya sekedar memainkan logo, PORGOSI juga menyediakan bingkisan atau hadiah untuk para pegiat yang ingin bermain logo. Bingkisan hadiah itu bersumber dari sumbangan para donatur atau pegiat palogoan HST.
“Kegiatan itu terlaksana atas saran dan ide dari rekan pegiat balogo se HST,” aku Wahyudi.
Rencananya, PORGOSI juga bakal rutin mengadakan lomba tiap sore di Dwi Warna. Saban Jumat sore, bakal digelar karpet, gratis bagi warga yang ingin bermain.
Kategori lombanya, yakni perorangan putri. Semua kalangan bisa memainkan permainan balogo itu.
“Selain Jumat sore, pada hari lain juga Insya Allah akan ‘diurak’ karpet balogonya. Dengan catatan jika kondisi cuaca mendukung,” tutup Wahyudi.
Reporter: HN Lazuardi






