terasbanua.my.id, Barabai – Banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) meluas, Jumat (17/3/2023).
Kemaren (16/3/2023), Bumi Murakata diguyur hujan dengan intensitas sedang hinggi tinggi. Dampaknya sungai yang bermuara di Meratus Meluap seperti Hantakan, Batu Benawa, Haruyan dan Batang Alai.
Beberapa desa di Kecamatan Hantakan pun sempat tergenang sehingga menyulitkan mobilisasi warga. Bahkan salah satu akses penyebrangan jalan di Desa Papagaran terputus akibat diterjang air deras.
Dini hari, sekitar pukul 03.00, air luapan sungai sudah merambah sampai pusat Kota HST, Barabai. Ruas jalan, permukiman dan perkantoran pun terendam banjir.
Hingga kin debit air masih bertamabah. Ketinggian air pun bervariasi, dari semata kaki hingga lutut orang dewasa.
Hingga pukul 10.00 tadi BPBD mencatat ada 5 kecamatan 11 desa dengan total 4.188 jiwa dan 1.340 rumah yang terdampak dalam bencana ini.
Sementara fasilitas umum yang terendam banjir ada 27 bangunanan, di antaranya pasar, sekolah, kantor dan tempat ibadah.
Dampak banjir itu tersebar di antaranya di kecamatan Hantakan, Batu Benawa, Barabai dan Haruyan.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD HST, Budi Haryanto menerangkan untuk di Kota Barabai. Terparah ada di Kelurahan Barabai Darat, seperti Munti Raya dan Kampung Qadi.
Saat ini, warga yang berada mengungsi ke beberapa fasilitas umum (fasum). Seperti di SMAN 1 HST, SDB 1 Barabai Timur dan di Masjid Sulaha Barabai.
“Kami terus koordinasi dari pihak kecamatan terdampak sambil tim BPBD juga mengecek kalau warga ada yg mengungsi di tempat pengungsian,” kata Budi.
Sementara itu, Bupati HST, H Aulia Oktafiandi mengintruksikan agar semua pihak terlibat dalam penanganan musibah itu.
Ia meminta agar BPBD HST siap siaga teruama mengedukasi hingga mengevakuasi warga yang terdampak. Selain itu, Aulia juga mengintruksikan agar membuka dapur umum.
“Untuk SKPD lainnya harap berkolaborasi mendukung penanganan banjir,” pinta Aulia.

Banjir meluas hinggi ke Pusat Kota, Barabai ruas jalan depan rumah dinas bupati HST terendam, Jumat (17/3/2023).
Saat ini, Pemkab HST melalui Dinas Sosial PPKB PPPA, BPBD, Kecamatan Hantakan dan Haruyan telah medirikan dapur umum bantu dan melayani warga desa yang terdampak banjir. Di Barabai dipustakan di Gedung Djoang.
Sebelumnya, Camat Hantakan, Sahri Ramadhan menyampaikan banjir di wilayah Hantakan terjadi di desa Kindingan, Murung B, Bulayak, Patikalain, Pasting dan Hantakan.
Di Patikalain, warga sempat terisolir lantaran jembatan penghubung terputus akibat terseret arus sungai.
“Terkait jembatan Patikalain yang putus kami juga berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk penanganan secepatnya, dengan Pemdes untuk mengakomodir pembuatan jembatan darurat berkoordinasi dengan DPMD terkait pemakaian dana desa,” kata Sahri.
Sahri menambahkan, Untuk beberapa desa telah membuka dapur umum dengan dana desa dan dibantu Dinsos HST.
“Kami juga berkoordinasi dengan Satpol PP & damkar ( bersama relawan dan BPK binaan Satpol PP) untuk bantuan pembersihan rumah warga yang dijadualkan besok di murung B dan desa lainnya,” tutup Sahri.
Reporter: HN Lazuardi






