terasbanua.my.id, Banjarmasin – Lokus penanganan stunting di Kota Banjarmasin bertambah menjadi 22 titik. Dimana awalnya hanya 14 lokus yang menjadi sasaran.
Kepala Dinas Pengendalian, Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin, Helfian Noor mengungkapkan ada alasan yang menyebabkan sasaran lokus penanganan stunting bertambah.
“Kita ingin mengejar target penurunan angka stunting agar bisa turun hingga 14 persen di tahun 2024,” ucap Helfian kepada awak media, Sabtu (29/4/2023).
Helfian menjelaskan bertambahnya lokus bukan berarti angka stunting bertambah di kota yang memiliki julukan Kota Seribu Sungai itu. Melainkan selama ini, upaya penurunan kasus stunting telah berhasil dilakukan.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin baru saja menerima penghargaan salah satu kota terbaik dalam penanganan stunting.
“Semakin banyak sasaran kita. Maka semakin penanganan stunting yang kita lakukan dan itu pasti berpengaruh pada target 14 persen itu,” bebernya.
Tak dipungkirinya, dalam upaya penanganan kasus stunting selalu ada tantangan yang cukup sulit dijangkau pihaknya.
Misalnya saja, kebiasaan merokok di lingkungan keluarga. Dimana keluarga beresiko stunting disebabkan oleh perokok aktif yang membuat keluarganya menjadi perokok pasif.
Menurutnya, meskipun sudah ada aturan maupun larangan merokok. Namun untuk di kawasan miskin, hal tersebut masih tabu. Beda halnya di kawasan perkotaan yang memang larangan tersebut bisa berjalan efektif.
“Melihat itu, tentu perlu upaya masif yang harus dilakukan agar kebiasaan merokok dalam lingkungan rumah dapat diatasi khususnya di kawasan miskin,” paparnya.
Dalam hal itu, pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan stunting sedini mungkin. Salah satunya adalah Tim Pendamping Keluarga.
Tugas tim pendamping keluarga itu sendiri ialah melakukan pendampingan kepada calon pengantin yang akan menikah hingga mempunyai anak.
“Mereka akan mengisi data di aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah & Hamil). Dari aplikasi itu lebih efektif kita lakukan pemantauan,” katanya.
Adapun 8 lokus baru yang jadi sasaran penanganan stunting adalah Kelurahan Kelayan Selatan, Kelurahan Mawar, Kelurahan Kuripan, Kelurahan Pekapuran Raya, Kelurahan Sungai Baru, Kelurahan Sungai Lulut, Kelurahan Sungai Jingah, dan Kelurahan Pangeran.
Sementara 14 lokus prioritas penanganan stunting sebelumnya yaitu Kelurahan Teluk Dalam, Kelurahan Mantuil, Kelurahan Gadang, Kelurahan Pekapuran Laut, Kelurahan Kelayan Barat, Kelurahan Pemurus Dalam.
Kemudian, Kelurahan Murung Raya, Kelurahan Pekauman, Kelurahan Tanjung Pagar, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kelurahan Kuin Cerucuk, Kelurahan Telaga Biru, Kelurahan Banua Anyar, dan terakhir Kelurahan Sungai Bilu.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






