Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Hulu Sungai Tengah · 30 Agu 2023 15:32 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Lalui Tahapan Ketat Magani-Hasanah Terpilih Duta Baca, Fathoni: Bukan Jadi Pembawa


 Lalui Tahapan Ketat Magani-Hasanah Terpilih Duta Baca, Fathoni: Bukan Jadi Pembawa Perbesar

terasbanua.my.id, Barabai – Upaya Ahmad Magani dan Mauizhatil Hasanah bisa disebut bukan kaleng-kaleng untuk mencapai tujuannya.

Pasangan ini akhirnya terpilih menjadi Duta Baca Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) masa bakti 2023-2026.

Keduanya terpilih setelah melewati 3 tahapan tes yang diikuti 60 kontestan pada Pemilhan Duta Baca HST.

Tes pertama, Magani-Hasanah ikut melengkapai persyaratan administrasi dan ikut tes tertulis. Kemudian keduanya mengikuti wawancara, hingga menyisakan 14 orang.

Masuk ke grand final, tersisa 6 orang termasuk si Magani dan Hasanah. Mereka harus memperesentasikan dan memaparkan program yang sebelumnya dituangkan dalam bentuk proposal.

Proposal itu yang nantinya menjadi acuan dalam program kerja Duta Baca. Membantu pemerintah dalam memberantas lemahnya literasi masyarkat.

“Hasilnya dipilih berdasarkan penilaian dan akumulasi para dewan juri (sesuai bidangnya-red),” kata Kepala Dinas Perpustakaan HST, A Fathoni usai Grand Final Pemilihan Duta Baca di Pendopo Bupati HST, Selasa (29/8/2023).

Kata Fathoni, agenda itu baru pertama kali dilakukan secara serius. Melalui tahapan-tahapan dan seleksi ketat sebagai Calon Duta Baca hingga terpilih.

Hal itu dilakukan mengingat pentingnya literasi bagi bangsa. Khususnya HST.

“Jadi bukan hanya sekedar pembawa baki dan gunting-gunting pita,” kata Fathoni.

Pentingnya literasi, Fathoni mengambil contoh soal relevansi stunting. Kata dia, hal itu bukan serta merta penanganan gizi atau pun asupannya.

Tetapi juga soal apa yang diketahui oleh orang tua maupun keluarganya untuk memberikan nutrisi kepada anak.

“Masa botol susu diisi sirup. Padahal dilihat dari pakaiannya bagus, rapi. Artinya bukan perkara ekonomi. Dari situ sudah terlihat lemahnya literasi. Di sini lah peran Duta Baca dan Bunda Literasi menyampaikan,” ujar Fathoni.

Sebagai orang tua, harus melek literasi. Sehingga hasil literasi bisa memberikan yang terbaik untuk si buah hati, dalam hal gizi dan nutrisinya.

Sesuai harapan Dinas Perpustakaan ke depannya, output dari pemilihan Duta Baca itu dapat menghasilkan figur yang mampu  mengampanyekan gerakan membaca di masyarakat.

“Menjadi role model atau keteladanan dalam promosi pembudayaan, kegemaran membaca dan literasi di daerah. Sehingga dapat membantu memperkuat dan mempercepat tercapainya masyarakat Indonesia berbudaya gemar membaca dan berkunjung, serta memanfaatkan perpustakaan sehingga menghasilkan masyarakat merdeka belajar,” terang Fathoni.

Reporter: HN Lazuardi

Artikel ini telah dibaca 74 kali

Baca Lainnya

Ke RSHD Barabai, Ombudsman Tegas Soal Pelayanan Publik

4 September 2025 - 20:06 WITA

RSHD Barabai Kembali Gandeng Kejaksaan HST

7 Agustus 2025 - 17:06 WITA

RSHD Berikan Dukungan Medis ke Rutan Barabai

6 Agustus 2025 - 16:59 WITA

RSHD Barabai Gelar Pelatihan Emergency

14 Juli 2025 - 16:53 WITA

Komisi I DPRD HST Sidak ke RSHD Barabai

12 Juni 2025 - 16:46 WITA

RSHD Barabai Gandeng Lazismu HST Kelola ZIS, Simak Manfaatnya!

16 Mei 2025 - 16:39 WITA

Trending di Hulu Sungai Tengah