terasbanua.my.id, Barabai – Peran semua pihak sangat dibutuhkan untuk menurunkan angka stunting di Bumi Murakata. Oleh karena itu, Pemkab HST pun berharap kolaborasi dapat dilakukan melalui komitmen bersama untuk menanggulangi stunting.
Bupati HST, H Aulia Oktafiandi menyebut, tanggung jawab menanggulangi stunting tidak hanya Pemkab HST saja, namun juga berbagai pihak.
Termasuk peran dan dukungan dari TP PKK di tingkat kecamatan hingga di desa-desa.
Melalui.programnya dalam upaya ikut menurunkan angka stunting di TP-PKK HST mengadakan Sosialisasi Inovasi Pendamping Asi Eksklusif (SAHABAT ASI). Sosialisasi itu dinilai penting dalam menanggulangi stunting.
Langkah yang dilakukan TP-PKK itu pun diapresiasi Bupati Aulia. Dia menilai peran kader PKK penting sebagai pemerhati, pendamping, serta pemberi motivasi bagi ibu hamil dan pasca-bersalin untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan tetap menyusui selama 2 tahun.
“Hasil sosialisasi itu diharapkan dapat menumbuhkan semangat para ibu dalam mengasuh anak-anaknya untuk menciptakan generasi penerus yang gemilang melalui pencegahan dan penurunan stunting di HST,” pinta Aulia, Jumat (26/5/2023).

Terpisah, Ketua TP PKK HST, Cheri Bayuni Budjang Aulia Oktafiandi menyebut setelah 6 bulan, ASI tidak dapat mencukupi kebutuhan mineral seperti zat besi dan seng. Sehingga untuk memenuhinya harus diberikan MP ASI (Makanan Pendamping ASI) yang kaya zat besi.
Cheri mengungkapkan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis. Terutama pada 1000 hari pertama kehidupan.
Anak dengan stunting tidak hanya soal perkembangan secara fisik tetapi juga otaknya.
Dengan kegiatan Sosialisasi SAHABAT ASI, Cheri berharap bisa menekan jumlah ibu gagal ASI Eksklusif dan menurunkan jumlah anak stunting di HST.
“Salah satu cara penanganan stunting adalah melalui pemberian ASI Eksklusif kepada bayi baru lahir,” tegas Cheri.
Reporter: HN Lazuardi/rie






