terasbanua.my.id, Banjarmasin – Seiring berjalannya waktu, lahan pertanian di Kota Banjarmasin kian menyempit lantaran banyaknya perumahan yang berdiri.
Maka dari itu, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin terus berusaha berupaya melakukan pembebasan lahan untuk pertanian.
“Sejauh ini sudah ada 10 hektar lahan pertanian berkelanjutan yang kita bebaskan dari target sebelumnya 5 hektar,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Abdul Hadi, Jumat (21/7/2023).
Pembebasan lahan pertanian sangat mungkin untuk terus dilakukan. Mengingat lahan pertanian seluas 2.065 hektar yang tersedia saat ini di Kota Banjarmasin bisa menurun setiap tahunnya karena pertumbuhan perumahaan.
“Kita tidak bisa mengontrol lahan milik orang tidak dijual. Makanya kita siapkan lahan pertanian berkelanjutan yakni jadi milika kita,” jelasnya.
Penambahan lahan pertanian berkelanjutan, tentunya menjadi salah satu upaya pihaknya dalam menanggulangi beralih fungsinya lahan pertanian menjadi lahan perumahan.
Adapun lahan pertanian yang tersisa saat ini hanya tersebar di dua wilayah di Kota Banjarmasin, yakni Banjarmasin Selatan, dan Banjarmasin Timur.
“Di wilayah lain sudah tidak ada lagi lahan untuk pertanian,” akhirnya.
Secara terpisah, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor mengatakan Pemko Banjarmasin akan terus berupaya menjaga keseimbangan pada lahan pertanian dan lahan untuk perumahan ke depan.
Apalagi menghadapi Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur yang bakal banyak penduduk baru datang nantinya.
“Tentu sangat berpotensi kedatangan penduduk baru di Banjarmasin juga. Makanya perlu kita siapkan antisipasi untuk keseimbangan,” pungkasnya.
Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah






