terasbanua.my.id, Banjarmasin – Berbicara mengenai kesejahteraan bagi tenaga pendidik atau honorer seperti tak ada habisnya.
Misalnya saja kesempatan guru PAUD honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dinilai terasa sulit untuk di Kota Banjarmasin.
Mengingat hingga saat ini jumlah PAUD negeri di Kota Banjarmasin jauh lebih kecil dibandingkan PAUD swasta.
“Dari dapodik sekitar 481 PAUD di Banjarmasin, hanya 11 PAUD saja yang negeri,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan PAUD, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Edy Junaidi, Senin (31/7/2023).
Maka tak heran, sulitnya meningkatkan kesejahteraan para guru PAUD honorer dalam jatah pengangkatan PPPK.
Sangat berbeda jauh dengan eksistensi sekolah negeri untuk sekolah jenjang di atasnya, yakni Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Melihat kondisi itu, kesempatan untuk membuka PPPK belum untuk saat ini,” ujarnya.

Guru PAUD honorer menunjukan sertifikat TK Negeri Pembina yang dianugerahkan dari Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.
Tentunya hal itu menjadi PR pihaknya untuk menyeimbangkan lembaga pendidikan jenjang PAUD agar memiliki kesempatan yang sama dengan jenjang pendidikan lainnya dalam pengangkatan PPPK.
Dalam hal itu, pihaknya saat ini tengah mengupayakan untuk pengangkatan status PAUD swasta menjadi negeri.
“Semakin banyak PAUD negeri maka kemungkinan ada jatah untuk PPPK,” katanya.
Di tahun 2023 ini, ditargetkan ada lima PAUD yang bakal pengangkatan status swasta menjadi negeri.
“Secara bertahap kita lakukan,” tuturnya.
Di samping itu, dibeberkannya kesejahteraan para guru honorer terus jadi perjuangan pihaknya untuk bisa lebih ditingkatkan.
Contohnya, guru honorer PAUD di bawah naungan Disdik Kota Banjarmasin selama ini telah mendapatkan insentif daerah dan mengalami kenaikan.
“Dulunya insentif daerah perbulannya hanya Rp. 200 ribu. Di tahun 2016 mulai naik pelan-pelan menjadi Rp. 300, Rp. 450 ribu hingga sekarang naik menjadi Rp. 600 ribu. Harapan ke depannya kita perjuangan nasib-nasib guru honorer agar bisa naik lagi,” paparnya.
Untuk jumlah guru honorer jenjang PAUD yang mendapat insentif daerah bersumber Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) saat ini tercatat Rp. 1.015 orang.
Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah






