terasbanua.my.id, Banjarmasin – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI baru saja menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah se-Indonesia untuk antisipasi terjadinya kebakaran dan lahan (karhutla).
Instruksi itu tertuang dalam Inmendagri Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah Dalam Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyebutkan potensi terjadinya karhutla sangat kecil terjadi di kota berjuluk Seribu Sungai.
“Biasanya kiriman sifatnya atau terdampak dari karhutla yang terjadi di wilayah daerah sekitarnya,” ucap Ibnu kepada awak media, Jumat (26/5/2023).
Wilayah daerah sekitar yang dimaksud, misalnya di Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang memiliki lahan gambut dan sangat berpotensi terjadinya karhutla.
Namun tak dipungkirinya potensi karhutla pasti ada. Apalagi saat ini tengah memasuki musim kemarau.
Untuk itu, antisipasi yang bisa dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin bersama kabupaten/kota lainnya adalah melakukan tindakan kuratif.
“Misalnya kita harus menyediakan masker untuk masyarakat. Bukan untuk covid tapi untuk menghindari penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) karena asap karhutla,” tuturnya.
Di samping itu, diakuinya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama pemerintah kabupaten/kota lainnya sudah melakukan rapat koordinasi terkait antisipasi karhutla.
“Jadi kita siap saja menghadapi potensi karhutla jika terjadi,” tutupnya.
Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah






