terasbanua.my.id, Barabai – Turnamen sepak bola tarkam bergengsi, Kemboja Cup ke 16 di Palajau Kecamatan Pandawan Hulu Sungai Tengah (HST) resmi ditutup.
Penutupan turnamen sekelas liga 1 itu ditutup resmi Bupati HST, H Aulia Oktafiandi melalui Wakilnya, H Mansyah Sabri di Lapangan Bina Muda Palajau, Rabu (9/8/2023).
Mansyah meyakini, olahraga sepak bola itu menjadi sarana pemersatu bangsa yang menumbuhkan soliditas dan nasionalisme.
“Semangat ini hendaknya menular kepada kita,” ujar Wabup Mansyah saat menutup resmi ajang tahunan bergengsi itu.
Pemkab HST, kata Mansyah mengapresiasi agenda tahunan itu. Sebab panitia berupaya menggelar dengan tertib, lancar dan sukses hingga final.
Dia berharap, melalui Kemboja Cup yang digelar saban tahun itu dapat menggali potensi hingga melahirkan atlet-atlet baru di HST. Khususnya cabor sepak bola.
“Kepada juara, jangan merasa puas dengan hasil. Terus galakkan semangat berlatih, mengasah potensi dalam sepak bola,” tutup Mansyah.
Ketua Pelaksana Kemboja Cup Palajau, H Ahmad Kursani menyebut akan terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana Kemboja Cup tahun depan.
“Baik dari kualitas lapangan, wasit maupun untuk keperluan tim-tim yang bertanding,” ujarnya di akhir pertandingan final.
Dia mengakui, hasil perolehan materi dari laga tarkam itu disisihkan untuk pembenahan lapangan. Secara swadaya, panitia pelaksana berusaha terus meningkatkan Kemboja Cup.
“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah. Semisal ada, kami ambil. Kalau tidak ada, ya kami berusaha sendiri. Kalau ada yang memberi dana, kami terima,” aku Kursani.
Sepanjang perjalanannya, hingga agenda yang ke 16 di 2023 ini, laga tarkam Kemboja Cup ini tidak sepi penonton.
Pasalnya permainan maupun pemain dari klub masing-masing pun terbilang nyaris seperti liga 1.
Prediksi Kursani, penonton pada final tadi mencapai 3000 orang. Sementara tiket masuk atau HTM perorang sebesar Rp30 ribu.
Penghasilan panitia pada pertandingan final saja mencapai 90 juta. Belum lagi hari-hari sebelumnya dengan HTM di bawah nominal itu dan pendaftran klub-klub sepak bola se banua 6+ dengan total 64 tim.
Sementara pengeluaran panitia secara kasat mata, untuk hadiah khusus juara pada liga tarkam itu, panita mematok total Rp60 juta. Belum lagi, upah bagi panitia, wasit termasuk wasit nasional bersertifikat FIFA, Thoriq Alkatiri dan doorprize bagi penonton yang dibagi tiap pertandingan babak besar.
“Dari hasil perolehan, keuntungannya kami gunakan membenahi lapangan ini (Bina Muda Palajau),” tutup Kursani.
Kemboja Cup ini tidak hanya mendongkrak potensi atlet-atlet sepak bola dan kecakapan panitia. Nyatanya, warga sekitar pun ikut kecipratan hasilnya.
Ekonomi pedagang hingga usaha warga menjadikan lahannya sebagai tempat parkir di sekitar pun menjadi terbantu.
Untuk diketahui, keluar sebagai juara pertama atau si Raja Tarkam yakni, Asia Jaya Baru (AJB) Palajau FC. Juara kedua yakni, PAM FC Barabai.
Sementara untuk juara tiga, juara bersama. Kedua klub itu dari Barabai, Arvhuz PBM FC dan Hevea FC.
Reporter: HN Lazuardi/ rie






