terasbanua.my.id, Barabai – Dampak kemarau panjang berimbas ke segala sektor di Hulu Sungai Tengah (HST). Misalnya saja gagal panen, kurangnya air bersih, musibah kebakaran, tak terkecuali penyakit, ISPA.
Dampak paling terasa untuk semua kalangan yakni, kabut asap dan kekeringan. Penyebabnya karena cuaca dan kebakaran lahan.
Di Hulu Sungai Tengah (HST), dari data SiPongi yang dibagikan BPBD HST per 7 September 2023, titik hotspot tersebar pada 11 kecamatan di HST mencapai 548 dengan total lahan terbakar 25,28 hektare lebih.
Dampak dari kemarau panjang ini, Pemkab HST dari segala sektor berjibaku menanggulangi musibah termasuk krisis air bersih. Termasuk berikhtiar dengan melaksanakan Salat Istisqa (meminta diturunkan hujan).
Sholat Istisqa diisi para pejabat dan ASN di lingkup Pemkab HST. Dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati HST, Kamis (7/9/2023).
Sholat minta hujan itu diimami oleh Ustaz Ulin Nuha. Sementara khatib diisi Ketua MUI HST, Ustaz H M Khairudin LC.

Jajaran pejabat dan ASN di Pemkab HST melaksanakan Salat Istiqarah di halaman Kantor Bupati setempat, Kamis (7/9/2023).
Wakil Bupati HST, H Mansyah Sabri menyebut sholat itu dilakukan untuk meminta kepada Allah agar menurunkan rahmatnya.
“Mudah-mudahan permohonan dikabulkan,” kata Mansyah usai Sholat Istisqa berjamaah.
Wabup Mansyah pun mengajak masyarakat untuk berdoa dan beristigfar. Termasuk meminta meninggalkan perbuatan maksiat yang mengundang datangnya bencana.
“Kepada masyarakat waspada terhadap musibah yang bisa saja terjadi. Salah satunya kebakaran,” tutup Mansyah.
Dalam tausiah yang disampaikan Ustaz Khairudin pun mengajak agar meninggalkan segala bentuk kezaliman, kemaksiatan dan perbuatan dosa lainnya.
‘’Mari kita bertaubat dengan segala keikhlasan dan perbanyaklah amal ibadah dan mengusahakan perdamaian antara kita semua agar Allah SWT menurunkan segala rahmat dan hidayahnya kepada kita semua,’’ ajak Khairudin.
Reporter: HN Lazuardi






