terasbanua.my.id, Banjarmasin – Upaya Pemko Banjarmasin untuk menurunkan angka inflasi terbilang sukses. Pasalnya, penurunan angka inflasi terjadi secara drastis hingga di angka 5,3 persen yang sebelumnya 7,3 persen.
Sebelumnya, kota berjuluk Seribu Sungai sempat masuk dalam 10 besar sebagai daerah di Indonesia dengan angka inflasi tertinggi.
“Alhamdulillah sejak November sampai sekarang upaya penurunan inflasi berhasil dengan baik,” ucap Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar kepada awak media Rabu (24/5/2023).
Menurut Tezar-sapaan akrabnya keberhasilan tersebut tak lepas dari upaya yang telah dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Kota Banjarmasin terdiri dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Banjarmasin.
Salah satu upaya yang sangat berdampak besar dalam penurunan inflasi adalah pasar murah yang terus dilaksanakan di sejumlah titik di Kota Banjarmasin untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan bahan pokok.
Hal itu pun juga membuat daya beli masyarakat terjaga dan tetap tinggi hingga bisa mengendalikan angka inflasi dan roda perekonomian di tengah masyarakat tetap stabil.
“Seperti pada bulan ramadan kemarin, harga tidak melonjak naik dan dampaknya sangat dirasakan masyarakat,” kata Tezar sapaan akrabnya.
Sebelumnya diungkapkannya, penyebab angka inflasi tertinggi di Kalimantan Selatan (Kalsel) khususnya terjadi pada permintaan beras lokal dan Ikan Gabus atau sebutan lain Ikan Haruan di tengah masyarakat.
Namun untuk sekarang lanjutnya, kedua kebutuhan itu bukan lagi penyumbang angka inflasi. Pasalnya, untuk kebutuhan beras lokal saat ini sudah ada opsi beras lain yang disediakan Pemko Banjarmasin kepada masyarakat. Tapi untuk jenisnya hampir serupa yakni beras tidak terlalu pulen.
“Makanya setiap pergelaran pasar murah kita sediakan beras seperti beras Thailand, beras Makassar, dan beras Pamanukan. Kita berusaha merubah kebiasaan masyarakat agar tidak harus mengonsumsi beras lokal saja” jelasnya.
Di samping itu, ia mengungkapkan dalam waktu dekat akan kembali melaksanakan pasar murah. Namun pergelaran kali ini akan di subsidi melalui Dana Bantuan Tidak Terduga (BTT).
“Ini tengah proses penandatangan untuk keputusan Wali Kota terkait jumlah subsidi BTT. Mudah-mudahan segera ditanda tangani dan setelah terbit Insya Allah kita agendakan mulai Mei ini,” akhirnya.
Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah






