terasbanua.my.id, Barabai – Dinas Pendidikan (Disdik) Hulu Sungai Tengah (HST) berupaya meningkatkan mutu pendidik di Bumi Murakata.
Mewujudkan hal itu, Disdik memboyong para pelaksana Program Sekolah Penggerak (PSP) melakukan Studi Tiru. Dilakukan pada salah satu sekolah di Kabupaten Bantul Yogyakarta, SMPN 1 Banguntapan, Kamis (19/12/2024).
Kepala Disdik HST, Muhammad Anhar melalui Kasi Kurikulum SMP Disdik HST, Rusnida Erliyanti mengatakan, sebanyak 22 orang, termasuk pejabat Disdik dan Tim Komite Pembelajaran PSP Angkatan III HST, yakni Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah serta Guru Komite Pembelajaran PSP yang ke sana.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas para pelaksana Program Sekolah Penggerak (PSP) di HST.
“Terutama dalam hal praktik. Baik inovasi kepemimpinan kepala sekolah berdasarkan perencanaan berbasis data, supervisi pembelajaran melalui coaching, pemberdayaan komunitas belajar melalui FGD dan open class. Juga ekskul inovatif, seperti jurnalistik, KIR, olimpiade dan robotik,” papar Rusnida, Sabtu (21/12/2024).
Dipilihnya SMPN 1 Banguntapan, sebut Rusnida, sekolah itu telah mengembangkan digitalisasi seperti e-rapor, otomasi perpustakaan, kotak masalah online, dan aplikasi G-School.
“Di sisi lain, SMPN 1 Banguntapan m merupakan PSP Angkatan II dan penerima apresiasi sebagai Sekolah Penggerak berkinerja terbaik tahun 2024 oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Bantul,” kata Rusnida.
Kata Rusnida, dari studi tiru itu, Tim Komite Pembelajaran PSP HST mendapatkan pencerahan pelaksanaan kegiatan yang selaras dengan apa yang sudah diperoleh dalam PMO level sekolah dan lokakarya, maupun daerah.
“Keteladanan kepala sekolah sebagai penggerak perubahan dengan motivasi internal, pemanfaatan rapor pendidikan sebagai bahan kebijakan, semangat senang belajar, terbuka terhadap perubahan dan kolaborasi tim manajemen sekolah menjadi hal menarik dari studi tiru ini,” aku Rusnida.
Rusnida menilai Tim Komite Pembelajaran PSP HST semangat ingin mengadaptasi inovasi di SMPN 1 Banguntapan. Terlihat dari antusiasnya para peserta saat sesi tanya jawab usai pemaparan kepala SMPN 1 Banguntapan.
“Semoga hal baik yang diperoleh dari studi tiru itu. Baik terkait kolaborasi tim manajemen sekolah, adaptasi terhadap perubahan oleh warga sekolah, digitalisasi asesmen dan lainnya dapat diaplikasikan nantinya oleh pelaksana PSP Angkatan III HST, menyesuaikan karakteristik sekolah masing-masing,” tutup Rusnida.
Kepala SMPN 1 Banguntapan, Harjana menyambut baik kedatangan rombongan dari HST. Dia menilai studi tiru yang dilakukan HST Lsangat bagus bagi pihaknya.
“Ini ajang berbagi, kita bisa berbagi pengalaman, baik penerapan maupun program penggerak sekolah,” kata Harjana.
“Semoga apa yang dari kami bisa diimplementasikan nantinya di sekolah teman-teman di HST. Sebaliknya juga, dari diskusi tadi kami bisa menyerap apa saja yang harus dilakukan, tentunya yang belum diterapkan di sini,” tutupnya.
Studi tiru Disdik HST saat itu juga berhadir, perwakilan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalsel dan BPMP Provinsi DIY serta Koordinator Pengawasan (Korwas) sebagai perwakilan Dinas Dikpora l Bantul.
Untuk diketahui, berdasarkan Keputusan Dirjen PAUD Dasmen Nomor: 7883/C/HK.03.01/2022 tentang Penetapan Satuan Pendidikan Pelaksana Program Sekolah Penggerak Angkatan III tanggal 8 Agustus 2022.
Pelaksana PSP Angkatan III HST berasal dari 5 sekolah. Ada 3 jenjang SMP, 1 SD dan 1 PAUD.
Rinciannya, dari total 35 SMP HST yang PSP yakni SMPN 11 HST, SMPN 18 HST dan SMPIT Al Khair Barabai. Untuk SD, dari total 253 sekolah yang masuk PSP yakni, SDN 2 Benawa Tengah.
Sementara untuk 277 total PAUD di HST, yang masuk PSP yakni, TKN 2 Batu Benawa.
Reporter: HN Lazuardi






